Beredar scam tawarkan jasa urus lewati Selat Hormuz

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA - Penipuan berkedok izin lintas Selat Hormuz menyasar perusahaan pelayaran di tengah konflik kawasan. Perusahaan manajemen risiko maritim MARISKS memperingatkan adanya pesan palsu yang menawarkan jalur aman dengan imbalan pembayaran kripto.

Seperti dikutip Reuters, pesan tersebut dikirim kepada perusahaan yang kapalnya tertahan di sisi barat selat. Pelaku mengaku sebagai otoritas Iran dan meminta biaya transit dalam bentuk Bitcoin atau Tether untuk mendapatkan “izin” melintas. “Pesan-pesan spesifik ini adalah penipuan,” kata MARISKS, menegaskan pesan tersebut tidak berasal dari otoritas Iran.

Situasi ini muncul saat Amerika Serikat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran sempat membuka lalu kembali memberlakukan pembatasan di Selat Hormuz. Jalur ini sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Di tengah pembicaraan gencatan senjata, Iran juga sempat mengusulkan penerapan tarif bagi kapal yang ingin melintas dengan aman.

Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut masih tertahan di kawasan Teluk. Pada 18 April, ketika Iran sempat membuka jalur dengan pemeriksaan, sejumlah kapal mencoba melintas. Namun setidaknya dua kapal, termasuk tanker, melaporkan adanya tembakan dari kapal Iran yang memaksa mereka berbalik.

MARISKS menyebut setidaknya satu kapal yang terkena tembakan diduga menjadi korban penipuan tersebut, setelah mengikuti arahan yang menyesatkan. Reuters belum dapat memverifikasi informasi ini maupun mengidentifikasi perusahaan yang menerima pesan.

“Setelah menyerahkan dokumen dan menilai kelayakan Anda oleh Dinas Keamanan Iran, kami akan dapat menentukan biaya yang harus dibayarkan dalam mata uang kripto (BTC atau USDT). Hanya setelah itu kapal Anda dapat melintasi selat tanpa hambatan pada waktu yang telah disepakati sebelumnya,” demikian isi pesan yang dikutip MARISKS.(DH)