Ekonom yakin BI Rate tetap 4,75% usai rupiah di rekor terendah

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate pada level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2026, yang akan diumumkan pada Rabu (22/4) hari ini.

Menurut survei Bloomberg, 39 ekonom yang terlibat dalam survei kompak memperkirakan BI tetap menahan suku bunga di level tersebut, memperpanjang level yang sama dalam 7 bulan terakhir.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pada awal bulan ini bahwa fokus bank sentral adalah yaitu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), serta kalibrasi kebijakan dalam menghadapi situasi konflik di Timur Tengah.

Dalam pemaparan yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Perry mengaku beberapa upaya kalibrasi kebijakan ini termasuk intervensi rupiah di pasar spot maupun forward, pembatasan suku bunga acuan, penyesuaian alokasi lelang dan pembelian kembali surat berharga negara di pasar sekunder.

“Kami perlu merekalibrasi berbagai kebijakan yang kami lakukan,” ujar Perry, kepada DPR.

Sementara dalam RDG BI periode Maret 2026 lalu, Perry mengaku bank sentral memang menghilangkan potensi perubahan suku bunga acuan, di tengah pelemahan rupiah yang menembus Rp17.000 per dolar AS.

“Karena memang kami akan tetap mempertahankan BI Rate lama ini, untuk memperkuat intervensi dan juga kecukupan cadangan devisa, dan menakarnya sesuai dinamika ke depan,” jelas Perry, dalam RDG terakhir.

Sementara itu Ekonom DBS Bank, Radhika Rao, menilai BI diperkirakan tidak akan menghadapi tekanan langsung untuk memperketat kebijakan, seperti dikutip Bloomberg. Namun bank sentral dalam waktu dekat ini, kata Radhika, “akan lebih memprioritaskan stabilitas pasar keuangan.”

Pada perdagangan Selasa (21/4) kemarin, nilai tukar rupiah menguat 0,15% ke Rp17.143 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat menyentuh level terendah sepanjang masa di Rp17.189 per dolar AS pada Jumat (17/4) pekan lalu. (KR)