Perang Iran berpotensi hilangkan buffer fiskal Inggris

Rabu, 22 April 2026

image

LONDON - Perang di Iran berpotensi menghapus sebagian besar “buffer fiskal” milik Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, menurut penelitian baru yang memperkirakan dampak sebesar £16 miliar (sekitar US$22 miliar) terhadap keuangan publik Inggris.Resolution Foundation menyebut konflik tersebut dapat menghapus hampir tiga perempat ruang fiskal (headroom) Kanselir terhadap aturan fiskal utamanya dalam skenario “parah namun masih masuk akal” dari eskalasi konflik di Timur Tengah.Perhitungan itu didasarkan pada asumsi bahwa sebagian pergerakan pasar sejak pecahnya perang bertahan, dengan suku bunga naik 0,5 poin persentase dan Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris 0,9% lebih rendah dalam tiga tahun dibandingkan kondisi normal.Meski Rachel Reeves berupaya membangun kembali ruang fiskal yang sebelumnya sangat tipis, Inggris diperkirakan menjadi salah satu negara maju yang paling terdampak, mengutip dari Bloomberg.Sebagai importir energi bersih, Inggris sangat rentan terhadap kenaikan harga gas, sementara rumah tangga menghadapi potensi lonjakan inflasi dan pasar memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga seperempat poin oleh Bank of England.Dampak yang diperkirakan tersebut masih akan membuat kanselir tetap memenuhi aturan fiskalnya, yakni menutup pengeluaran rutin dengan pendapatan pajak pada tahun anggaran 2029/2030.Namun, tingkat pinjaman diperkirakan akan naik £16 miliar pada tahun tersebut, sehingga memangkas buffer sebesar £23,6 miliar yang tercatat dalam proyeksi terbaru Office for Budget Responsibility (OBR), yang dirilis tak lama setelah serangan AS dan Israel ke Iran.Kondisi ini juga meningkatkan kemungkinan spekulasi kenaikan pajak, yang sebelumnya sudah menjadi isu menjelang dua anggaran pertama Reeves.Pada saat yang sama, tekanan terhadap Kementerian Keuangan meningkat untuk mempercepat kenaikan belanja pertahanan di tengah kekhawatiran terhadap kemampuan militer Inggris.Reeves pekan lalu mengisyaratkan bahwa kenaikan anggaran militer bisa dibiayai melalui penghematan di sektor lain, bukan melalui pajak atau pinjaman baru.Kanselir juga kemungkinan perlu menyiapkan dukungan subsidi tagihan energi bagi rumah tangga, meski ia menyebut bantuan itu akan difokuskan pada kelompok berpendapatan rendah.“Tidak ada yang tahu ke arah mana konflik di Timur Tengah ini akan berkembang, tetapi kita tahu bahwa hal itu akan membuat kita semua lebih miskin,” kata ekonom senior Resolution Foundation, Simon Pittaway.Ia menambahkan bahwa bantuan energi yang bersifat sementara dan tepat sasaran dapat membantu Inggris melewati guncangan ekonomi ini tanpa melanggar aturan fiskal.Meski prospek ekonomi memburuk, laporan terbaru diperkirakan akan memberikan sedikit kabar positif ketika Debt Management Office mengumumkan revisi proyeksi penerbitan obligasi pemerintah Inggris.Sejumlah ekonom memperkirakan jumlah penerbitan obligasi akan diturunkan seiring pembaruan data keuangan publik. (DK)