Rupiah dan IHSG melemah jelang RDG BI, harga minyak turun

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja sejalan pada perdagangan sesi pertama Rabu (22/4) hari ini, masing-masing turun 0,19% dan 0,20%.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menguat 0,15% terhadap dolar AS ke level Rp17.143 pada perdagangan Selasa (21/4) kemarin, namun berbalik melemah hingga ke level Rp17.184 per dolar AS pada pukul 10.02 WIB hari ini.

Padahal indeks dolar AS (DXY) di pasar spot turun 0,11% ke level US$98,28 menurut data Bloomberg siang ini.

Sementara di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 402 saham mencatat kenaikan harga, 253 saham melemah dan 163 lainnya stagnan di sesi pertama.

Namun IHSG tetap melanjutkan pelemahan hingga ke 7.544,36, setelah sempat dibuka menguat 0,25% di awal sesi.

Analis Phintraco Sekuritas menilai saat ini fokus perhatian pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang akan mengumumkan suku bunga acuan atau BI Rate pukul 14.00 WIB.

Sedangkan secara teknikal, analis Phintraco menilai IHSG memang menunjukkan tren pelemahan, sebagaimana terlihat dari histogram MACD yang menyempit, serta indikator Stochastic yang berada di area jenuh jual (oversold).

“Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.500–7.600 pada perdagangan hari ini,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan siang ini.

Harga minyak mentah brent dan WTI turun merespons pernyataan Trump

Dari pasar komoditas, kontrak berjangka untuk minyak brent turun 1,41% ke US$88,41 per barel hingga pukul 13.00 WIB, setelah sempat menguat tipis di awal sesi Asia hari ini.

Sementara kontrak berjangka untuk minyak brent turun 0,86% ke US$97,63 per barel, setelah hampir kembali menguat ke US$100 per barel pada akhir sesi New York kemarin.

Pelemahan harga komoditas vital bagi energi global ini, terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan terbaru mengenai konflik di Timur Tengah. Lewat akun Truth Social pribadinya, ia mengaku telah mendapat permintaan dari Pakistan untuk menahan serangan bersenjata.

Namun sebagai langkah defensif, Trump tetap melanjutkan blokade Selat Hormuz, serta menyiagakan kekuatan militernya di jalur vital bagi perdagangan global tersebut.

“Kami juga akan memperpanjang gencatan senjata hingga proposal tersebut diajukan dan pembahasan diselesaikan, dengan hasil apa pun nantinya,” ungkap Trump, menanti proposal damai terbaru dari Iran. (KR)