Bos Goldman Sachs David Salomon: Resesi AS bisa dipicu satu cuitan

Rabu, 22 April 2026

image

NEW YORK - CEO Goldman Sachs David Solomon menyebut risiko resesi di Amerika Serikat bisa meningkat tiba-tiba, bahkan hanya karena satu tweet (cuitan), tergantung respons pemerintah terhadap perang Iran di media sosial.

Dalam wawancara di Paley Center for Media, Solomon menegaskan bahwa peluang resesi saat ini masih relatif rendah, meski tetap rentan terhadap dinamika komunikasi publik.

Seperti dikutip dari MoneyControl, pernyataan itu mencerminkan kondisi pasar keuangan yang belakangan mudah bergejolak akibat unggahan Presiden Donald Trump di platform Truth Social.

Pekan lalu, Trump menyebut Iran setuju tidak akan menutup Selat Hormuz, klaim yang belum terkonfirmasi, yang sempat mendorong reli saham dan menekan harga minyak.

Juru Bicara Goldman, Tony Fratto, mengatakan komentar Solomon tersebut sebenarnya bernada bercanda.

Secara proyeksi, ekonom Goldman memperkirakan peluang resesi tahun ini sekitar 20%, sedikit di atas skenario dasar 15% dalam kondisi ekonomi yang relatif stabil.

Solomon juga menilai harga minyak kemungkinan bertahan di kisaran US$80–US$100 per barel dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Namun, ia memperingatkan eskalasi konflik yang lebih parah bisa mendorong harga hingga US$170 per barel.

Sejak konflik dimulai, harga minyak acuan telah melonjak sekitar 30%, sempat mendekati US$120 per barel pada Maret, sebelum turun ke kisaran US$95 seiring sinyal Iran bersedia melakukan perundingan dengan AS untuk mengakhiri konflik.

Ia menambahkan, jika harga energi tetap tinggi dalam jangka panjang, hal tersebut berpotensi menekan berbagai indikator ekonomi global. (DK)