Profit taking tarik IHSG dari puncak, BBRI serap transaksi tertinggi

Jumat, 28 November 2025

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,43% atau 37,16 poin ke level 8.508 pada perdagangan hari ini. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 8.495 hingga 8.572.

Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG hari ini disebabkan oleh aksi ambil untung atau profit taking investor, menjelang akhir pekan.

“Koreksi IHSG ini antara lain dipicu oleh profit taking setelah sempat mencapai rekor tertinggi baru pada pekan ini,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG sempat mencapai rekor tertingginya sepanjang sejarah di level 8.602 pada perdagangan Rabu, 26 November 2025.

Total nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp20,37 triliun, yang melibatkan perdagangan 41,12 miliar lembar saham. Sebanyak 244 saham menguat, 366 melemah, dan 156 stagnan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat nilai transaksi terbesar, mencapai Rp1,31 triliun. Namun harga saham emiten bank pelat merah ini turun 1,61% sepanjang perdagangan.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul di peringkat kedua dengan nilai transaksi Rp876 miliar, kemudian PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) di peringkat ketiga dengan transaksi Rp841 miliar.

Harga saham BUMI menguat tipis 0,83%, sementara harga saham CBDK melesat 12,19%.

Di kawasan Asia, indeks acuan saham bergerak variatif. Indeks KOSPI turun 1,51% dan Hang Seng turun 0,34%, sementara Nikkei 225 naik 1,23% dan PSEi menguat 0,89%. (KR)