BI Rate bertahan di 4,75% saat rupiah capai rekor terendah

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode April 2026.

Keputusan ini memperpanjang posisi suku bunga yang sama selama tujuh bulan berturut-turut sejak September 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan keputusan itu sejalan dengan upaya bank sentral untuk meningkatkan strategi suku bunga dan instrumen operasi moneter, dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah memburuknya kondisi ekonomi global akibat perang di Timur Tengah.

“Bank Indonesia siap menempuh penguatan lebih lanjut kebijakan moneter yang diperlukan untuk tetap mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah, serta menjaga inflasi 2026-2027 dalam sasaran 2,5 plus minus 1%,” jelas Perry.

Selain itu, BI juga menahan suku bunga Deposit Facility di level 3,75% dan Lending Facility sebesar 5,50%. Dengan demikian, tidak ada perubahan pada seluruh koridor suku bunga kebijakan dalam RDG April 2026.

Ke depan, kata Perry, BI akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Beberapa langkah yang diambil termasuk peningkatan kredit pembiayaan ke sejumlah sektor strategis, namun tetap mempertahankan stabilitas sistem keuangan.

“Kebijakan sistem pembayaran terus diarahkan untuk turut menopang kegiatan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur,” ungkap Perry.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat turun ke level terendah sepanjang masa di Rp17.194 per dolar Amerika Serikat (AS), pada Jumat (17/4) pekan lalu.

Rupiah sempat menguat sejak awal pekan, namun kembali berbalik melemah hingga siang hari ini di level Rp17.178 per dolar AS, menurut data Bloomberg. (KR)