Rajin intervensi rupiah, BI andalkan cadangan devisa dan modal asing

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus meningkatkan intervensi di pasar valas di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang sempat mencapai rekor terendahnya pekan lalu.

Dalam menjalankan intervensi itu, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengaku bank sentral saat ini memiliki likuiditas yang mencukupi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil.

“Kami terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah, cadangan devisa kami US$148,2 miliar, masih lebih dari cukup untuk memastikan stabilisasi nilai tukar rupiah ini,” ungkap Perry pada Rabu (22/4) hari ini, dalam konferensi pers yang menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode April 2026.

Selain itu, Perry mengaku bank sentral telah melakukan intervensi dilakukan secara terintegrasi di pasar valuta asing (valas) offshore Non-Deliverable Forward (NDF), pasar spot domestik, serta Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain menjalankan operasi intervensi di pasar valas, Perry mengaku BI telah meningkatkan struktur suku bunga instrumen moneter seperti termasuk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Dalam sebulan terakhir memang telah kami naikkan, dan karenanya tadi kami sampaikan, menarik aliran masuk portofolio asing dalam SRBI maupun SBN,” imbuh Perry, dengan menekankan langkah ini turut mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Dari sisi likuiditas, Perry menyampaikan bank sentral juga menjaga aspek kecukupan dengan mendorong pertumbuhan uang primer (M0) di level double-digit.

Pertumbuhan M0 tercatat 11,8% pada Maret 2026 menurut data BI. Ke depan, Perry menargetkan pertumbuhan ini tetap di atas 10% untuk menopang likuiditas pasar uang dan perbankan.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, RDG BI bulan ini tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%. Keputusan ini membuat suku bunga tak berubah dalam 7 bulan terakhir atau sejak September 2025.

Di pasar valas, nilai tukar rupiah belum menunjukkan pemulihan dan tetap melemah 0,22% ke Rp17.181 per dolar AS. Posisi ini mendekati rekor terendah sepanjang masa bagi rupiah, yang sempat mencapai Rp17.194 pada perdagangan Jumat (17/4) pekan lalu. (KR)