Commerzbank: Perak bisa turun meski emas dorong reli harga

Rabu, 22 April 2026

image

JAKARTA - Harga perak (silver) saat ini tampak bergerak dalam kisaran nyaman di antara US$78 hingga US$80 per ons, namun sebuah bank menilai masih ada risiko penurunan harga yang cukup signifikan.Dalam catatan terbaru mengenai logam mulia, Thu Lan Nguyen, Kepala Riset FX dan Komoditas di Commerzbank, menyebutkan bahwa nilai wajar perak sebenarnya lebih dekat ke US$40 per ons dibandingkan level harga saat ini.Seperti dikutip KITCO, Ia menjelaskan bahwa pergerakan harga perak lebih banyak dipengaruhi oleh tren emas (gold) ketimbang faktor fundamental ekonomi seperti imbal hasil obligasi atau pergerakan dolar AS.Menurutnya, kenaikan harga perak terutama didorong oleh penguatan emas, karena sebelumnya perak dinilai undervalued dibandingkan emas.Bahkan, estimasi nilai wajar perak yang memasukkan harga emas menunjukkan bahwa pergerakan harga saat ini masih masuk akal.Meski Commerzbank menilai perak tampak terlalu mahal jika dilihat secara independen, Nguyen tidak memperkirakan tren kenaikan ini akan segera berakhir.Ia menambahkan bahwa emas masih mendapat dukungan kuat sebagai aset lindung nilai di tengah tingginya ketidakpastian geopolitik.Commerzbank juga menyoroti bahwa daya tarik emas sebagai aset aman didorong oleh permintaan kuat dari bank sentral, karena emas dianggap sebagai aset moneter yang netral dan tidak bersifat politis.Meski emas sempat melemah dalam beberapa pekan terakhir akibat digunakan sebagai sumber likuiditas oleh bank sentral dan investor, Nguyen menegaskan bahwa status safe haven emas tidak hilang.Kondisi ini juga masih akan memberikan dukungan bagi perak.Sejak pecahnya perang Iran, model valuasi perak (tanpa faktor emas) relatif stabil dan menunjukkan koreksi penurunan yang lebih kecil dari yang terjadi di pasar.Namun, ketika perang dimulai, sebagian “overvaluasi” telah terkoreksi, sehingga harga perak kini kembali mendekati level yang lebih sesuai dengan fundamentalnya.Meski begitu, masih terdapat kesenjangan signifikan yang mencerminkan tingginya valuasi emas. Selama kondisi ini berlanjut, harga perak diperkirakan tetap mendapat dukungan.Walaupun Commerzbank melihat perak berpotensi overvalued, bank ini tetap bersikap bullish terhadap logam mulia tersebut.Bulan lalu, bank asal Jerman itu bahkan menaikkan proyeksi harga emas dan perak.Commerzbank memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada paruh kedua tahun ini, yang dapat mendorong harga emas kembali di atas US$5.000 per ons.Kenaikan emas tersebut diproyeksikan turut mendorong harga perak hingga US$90 per ons. (DK)