Iran sita kapal, harga minyak Brent tembus US$100
Kamis, 23 April 2026

JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak setelah ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat, menyusul aksi penyitaan kapal oleh Iran di tengah perpanjangan gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump.
Seperti dikutip Cnbc, minyak mentah Brent ditutup naik lebih dari 3% ke level US$101,91 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat lebih dari 3% menjadi US$92,96 per barel.
Kenaikan harga terjadi seiring ketidakpastian pasokan dari kawasan Teluk. Perpanjangan gencatan senjata dinilai belum menjamin pemulihan ekspor minyak melalui Selat Hormuz. Pasokan dari produsen Timur Tengah masih terganggu akibat konflik yang berlangsung.
Lalu lintas tanker di Selat Hormuz dilaporkan tetap rendah karena risiko keamanan yang tinggi. Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyita dua kapal kontainer yang melintas tanpa izin, menurut kantor berita Tasnim.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran selama masa gencatan senjata berlangsung. Trump memperpanjang gencatan senjata sementara setelah rencana perundingan lanjutan dengan Iran di Pakistan gagal terlaksana. Ia menyebut kepemimpinan Iran sedang terpecah dan menegaskan gencatan senjata akan tetap berlaku hingga Teheran menyampaikan proposal bersama untuk mengakhiri konflik dengan Washington dan Israel.
Perpanjangan ini mencerminkan ketidakpastian arah deeskalasi. Langkah tersebut memang menunda risiko serangan militer, namun belum membuka jalur pelayaran komersial secara penuh di Selat Hormuz. Presiden Rapidan Energy, Bob McNally, menilai pemerintahan Iran tetap berjalan meski menghadapi tekanan. Ia menyebut Teheran percaya diri memiliki posisi tawar lebih kuat dalam konflik ini.
“Mereka siap makan rumput selama enam bulan untuk terus mencekik leher pasar ini sambil menunggu harga minyak naik lebih tinggi dan akhirnya harga saham turun,” kata McNally.
“Mereka berpikir mereka akan selamat dari konflik ini setelah memberi pelajaran dan mungkin bahkan mengendalikan Selat Hormuz,” ujarnya.(DH)