Pendiri TRON Justin Sun gugat proyek kripto keluarga Trump
Kamis, 23 April 2026

JAKARTA – Pengusaha kripto Justin Sun menggugat perusahaan aset digital World Liberty Financial, proyek kripto yang didirikan bersama Presiden AS Donald Trump dan keluarganya.
Gugatan tersebut diajukan di pengadilan federal California. Sun menuduh perusahaan membekukan kepemilikan token miliknya secara ilegal. Ia juga menyebut World Liberty memasang mekanisme tersembunyi untuk mencegah penjualan token setelah mulai diperdagangkan pada September 2025.
Seperti dikutip Reuters, dalam dokumen gugatan, Sun menyatakan perusahaan bahkan mengancam akan “membakar” atau menghapus permanen aset digital miliknya, meski token tersebut berada di dompet kripto pribadinya.
Token WLFI adalah aset digital berbasis blockchain yang diterbitkan oleh World Liberty Financial. Dalam ekosistem kripto, token seperti WLFI biasanya berfungsi sebagai:
Dalam kasus ini, token WLFI yang dimiliki Sun diduga memiliki fitur khusus dalam kontraknya, sering disebut smart contract, yang memungkinkan penerbit membatasi, membekukan, bahkan menghapus token tertentu. Inilah yang menjadi inti sengketa: Sun menilai kontrol tersebut melanggar hak kepemilikan, sementara perusahaan menganggapnya sebagai mekanisme perlindungan.
Sun tercatat membeli sekitar 3 miliar token WLFI senilai US$45 juta, lalu memperoleh tambahan 1 miliar token setelah ditunjuk sebagai penasihat. Total kepemilikannya mencapai sekitar 4 miliar token dengan nilai sekitar US$320 juta.
Chief Executive Officer World Liberty Financial, Zach Witkoff, membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut klaim Sun tidak berdasar dan menyatakan kesiapan perusahaan menghadapi proses hukum.
“Tuduhan-tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar, dan World Liberty berharap agar kasus ini segera dibatalkan,” ujarnya.
Ia juga menuding Sun melakukan pelanggaran yang memaksa perusahaan mengambil langkah perlindungan.“Dia terlibat dalam pelanggaran yang mengharuskan World Liberty untuk mengambil tindakan guna melindungi diri sendiri dan para penggunanya,” tambahnya.
Sementara itu, Eric Trump turut merespons melalui media sosial dengan menyindir gugatan tersebut.
“Satu-satunya hal yang lebih menggelikan daripada gugatan ini adalah menghabiskan 6 juta dolar untuk sebuah pisang yang ditempelkan ke dinding dengan lakban,” ujarnya, merujuk pada karya seni yang pernah dibeli Sun.
Pihak perusahaan sebelumnya menyatakan Sun bukan penasihat aktif dan tidak memiliki peran operasional. Gedung Putih tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
World Liberty menjadi salah satu bisnis kripto terbesar yang terkait dengan keluarga Trump dan disebut telah menghasilkan lebih dari US$1 miliar. Struktur perusahaan juga mengatur bahwa sebagian besar pendapatan dari penjualan token mengalir ke pihak keluarga.
Gugatan ini menandai memburuknya hubungan antara Sun dan perusahaan. Sebelumnya, Sun menuding adanya fungsi tersembunyi dalam kontrak berbasis blockchain yang memungkinkan perusahaan membekukan dan membatasi aset investor secara sepihak.
Perusahaan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap membuktikan posisinya di pengadilan.
“Kami punya kontraknya. Kami punya buktinya. Kami punya kebenarannya. Sampai jumpa di pengadilan, kawan.”
Sun menyebut dirinya sebagai salah satu investor utama dan mengaku telah berupaya menyelesaikan sengketa secara baik. Namun, ia menilai perusahaan menolak membuka kembali akses token miliknya.
Kasus ini juga berkaitan dengan rencana pembatasan perdagangan token bagi investor awal hingga 2030, yang ditentang Sun. Ia menyatakan tidak dapat memberikan suara atas kebijakan tersebut karena asetnya dibekukan.
Siapa Justin Sun
Justin Sun adalah pengusaha kripto asal China yang dikenal sebagai pendiri TRON, salah satu jaringan blockchain besar untuk aplikasi terdesentralisasi. Ia juga pernah mengakuisisi BitTorrent pada 2018.
Sun dikenal sebagai figur kontroversial di industri kripto, kerap menjadi sorotan karena strategi pemasaran agresif dan langkah investasi bernilai besar. Ia juga sempat menjabat sebagai perwakilan Grenada untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Di industri aset digital, Sun dipandang sebagai salah satu tokoh berpengaruh, meski juga beberapa kali menghadapi sorotan regulator. (DH)