AS tegaskan sistem pertahanan rudal tak dipindah dari Korea Selatan
Kamis, 23 April 2026

WASHINGTON - Amerika Serikat menegaskan tidak memindahkan sistem pertahanan rudal utama dari Korea Selatan ke Timur Tengah.Hal ini dilakukan untuk kepentingan perang Iran, menurut Komandan Pasukan AS di Korea, Xavier Brunson, pada Selasa (21/4), mengutip dari Reuters.Sebelumnya, laporan The Washington Post pada Maret menyebut Pentagon memindahkan sebagian komponen sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dari Korea Selatan ke Timur Tengah, mengutip dua pejabat.Sistem THAAD buatan AS digunakan untuk mencegat rudal balistik di ketinggian tinggi dan telah ditempatkan di Korea Selatan sebagai perlindungan dari ancaman nuklir North Korea.Dalam sidang di Senat, Brunson menjelaskan bahwa tidak ada sistem THAAD yang dipindahkan, sehingga tetap berada di Semenanjung Korea.Namun, ia mengakui bahwa AS memang mengirimkan amunisi ke depan sebagai bagian dari persiapan operasional.Ia juga menyebut adanya pergerakan radar sebelumnya yang dilakukan menjelang operasi militer AS terhadap Iran pada Juni lalu.Beberapa peralatan tersebut belum kembali, tetapi sistem THAAD secara keseluruhan tetap berada di lokasi.Menurut Brunson, pergerakan internal peralatan dan penataan ulang ke Osan Air Base sempat menimbulkan kebingungan dan memicu spekulasi di Korea Selatan.Sementara itu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya menyatakan negaranya tetap mampu menghadapi ancaman dari Korea Utara, bahkan jika terjadi penyesuaian penempatan senjata oleh Amerika Serikat. (DK)