Bos DBS: Ancaman utama bank saat ini adalah serangan siber
Kamis, 23 April 2026
JAKARTA - Chief Executive Officer DBS Bank, Tan Su Shan, menilai ancaman siber menjadi risiko terbesar bagi industri perbankan saat ini, melampaui volatilitas pasar dan gejolak geopolitik.
“Keamanan siber. Saya rasa perang baru adalah perang siber. Jadi yang membuat saya tidak bisa tidur di malam hari adalah masalah siber. Siapa yang akan menyerang siapa, bagaimana hal itu akan terjadi, dan bagaimana orang-orang akan terpengaruh.” ujar Tan dalam acara CONVERGE LIVE di Singapura, seperti dikutip Cnbc.
Ia menekankan perubahan cara pandang lembaga keuangan dalam mengelola risiko, seiring meningkatnya ancaman siber yang kini berkaitan erat dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan dinamika geopolitik.
Menurut Tan, bank harus beroperasi dengan kewaspadaan penuh terhadap serangan siber yang terus berkembang.
“Jangan berasumsi apa pun, jangan percaya apa pun, jangan percaya siapa pun,” katanya, menggambarkan pendekatan internal DBS terhadap keamanan.
DBS menerapkan pengujian sistem secara berkelanjutan melalui simulasi serangan atau “red teaming”, serta membangun budaya kewaspadaan tinggi untuk mengantisipasi celah sebelum dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Ia menilai perkembangan AI, termasuk generatif dan agentic AI, memperluas potensi serangan terhadap sistem perbankan. Teknologi tersebut memang meningkatkan efisiensi, namun juga menambah kompleksitas risiko, terutama ketika digunakan pada sistem inti dan layanan pelanggan.
“Saat memasuki tahap produksi... pastikan Anda memiliki semua pengaman yang relevan,” ujar Tan. Ia menambahkan, adopsi AI harus diimbangi dengan pengelolaan data yang ketat, termasuk pengawasan siklus hidup data, kontrol akses, serta transparansi.
Tan juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian global akibat gangguan rantai pasok, ketegangan perdagangan, hingga konflik geopolitik.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan memperkuat ketahanan operasional, termasuk dalam sistem pembayaran dan keamanan siber. “Bersiaplah untuk yang terburuk, harapkan yang terbaik, tetapi siapkan rencana cadangan anda,” kata Tan. (DH)