Wall Street ATH menyusul gencatan AS-Iran, peluang IHSG rebound
Kamis, 23 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada Kamis (23/4) jika mampu bertahan di atas area krusial, didukung sentimen positif dari Wall Street dan isyarat pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan indeks saham Wall Street pada perdagangan Rabu (22/4) kemarin, mendapat dukungan dari perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran.
Selain itu, rilis kinerja sejumlah perusahaan dinilai turut mendukung indeks seperti S&P 500 kembali mencapai rekor tertinggi barunya.
“Para investor juga mengalihkan perhatian dari konflik Timur Tengah dan fokus pada musim laporan keuangan 1Q2026 yang terus mendapatkan momentum,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.
Situasi terbaru di Selat Hormuz memang belum membaik hingga Rabu, dengan adanya serangan dan penyitaan kapal oleh pemerintahan Iran. Insiden di jalur perdagangan energi global ini turut mendorong harga minyak mentah kembali melonjak di atas US$100 per barel.
Sementara secara teknikal, analis Phintraco menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bertahan di atas level MA5, yang berada di kisaran 7.591 di tengah sentimen yang beragam.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7500-7600 pada perdagangan hari Kamis (23/4),” jelas analis Phintraco.
Di sisi lain, analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan indeks cenderung tertahan meskipun sentimen global cenderung membaik pada Rabu, diikuti aksi jual bersih dari investor asing yang mencapai Rp1,04 triliun di pasar reguler.
“Dari eksternal, pasar merespons positif perpanjangan tenggat gencatan senjata AS–Iran. Namun, pelaku pasar masih mewaspadai ketidakpastian lanjutan, terutama dampaknya terhadap harga energi, jalur distribusi global, dan minat risiko investor,” tulis analis BRI Danareksa, dalam risetnya hari ini.
Secara teknikal, analis BRI Danareksa menyebut IHSG semakin dekat menutup area gap di 7.500, yang menjadi support krusial. Jika level ini mampu dipertahankan dan terjadi rebound, "indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 7.650–7.700 dalam jangka pendek.” (KR)