Benda mirip torpedo tersebar di tiga wilayah laut Indonesia
Kamis, 23 April 2026

JAKARTA - Penemuan tiga benda misterius yang menyerupai rudal di perairan Indonesia dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran publik soal keamanan. Aparat kepolisian dan militer kini menyelidiki asal-usul dan potensi bahaya dari objek-objek tersebut.
Seperti dikutip straitstimes, di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, seorang nelayan menemukan benda berwarna kuning berbentuk meruncing dengan sirip di bagian belakang setelah terdampar pada 20 April. Benda itu memiliki dua lubang di bagian depan dan satu di dekat sirip, serta bertuliskan kode “Aug-05”.
“Kami tidak tahu dari mana asal benda itu, tetapi kami langsung melaporkannya ke pihak berwenang,” ujar perangkat desa Pongli, seperti dikutip Kompas. Polisi Sumenep menyatakan objek telah diamankan dan tengah diperiksa dengan hati-hati.
“Benda tersebut sudah diamankan dan saat ini sedang diperiksa oleh pihak terkait,” kata juru bicara Polres Sumenep Widiarti, seperti dikutip tvOne. Ia menambahkan pemeriksaan dilakukan secara hati-hati karena asal dan isi benda belum diketahui.
“Kami mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta tidak menyentuh atau memindahkan benda mencurigakan di laut atau pesisir, dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang,” ujar Komisaris Widiarti.
Pada hari yang sama, warga Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, menemukan serpihan logam besar yang diduga bagian luar roket atau pesawat saat melaut. Dalam video yang beredar, terlihat struktur melengkung berwarna putih mengapung dan dihantam ombak, dengan tanda bintang kuning berlatar merah yang menyerupai bendera China.
Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu spekulasi publik. Nelayan setempat, Dedi, membenarkan keaslian video itu.
“Kejadiannya kemarin. Saya mendapat informasi dan video itu langsung dari teman di lapangan,” katanya kepada The Jakarta Post pada 21 April. Ia juga menyebut dirinya sempat dimintai keterangan oleh aparat setelah mengunggah video tersebut.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka menyatakan penyelidikan masih berlangsung. “Kami masih melakukan pemeriksaan. Mohon beri kami waktu,” ujarnya.
Sementara itu, pada 19 April, nelayan di Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menemukan benda lain berbentuk oval berwarna biru dengan panjang lebih dari satu meter yang mengapung di laut. Benda tersebut sempat dibawa ke kapal sebelum diserahkan ke kantor polisi.(DH)
Komandan Pos TNI AL Takalar Letnan Marinir Hamzah mengatakan objek telah diamankan dan dibawa ke Pangkalan TNI AL Makassar untuk diperiksa lebih lanjut. “Hasil pemeriksaan lebih lanjut akan disampaikan oleh pimpinan kami,” kata Hamzah pada 19 April, seperti dikutip Antara.
Ia menambahkan pihaknya belum dapat memastikan tingkat bahaya objek tersebut. “Kami belum bisa memastikan apakah benda ini berbahaya atau bisa meledak. Hal itu baru bisa ditentukan setelah pemeriksaan selesai,” ujarnya.
Rangkaian temuan ini terjadi beberapa pekan setelah insiden serupa di perairan Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat, pada 6 April. Saat itu, nelayan menemukan benda mirip torpedo sepanjang 3,7 meter dengan diameter 65 cm yang bertuliskan “CISC” dan karakter China. Pemeriksaan awal oleh tim penjinak bom Polda NTB tidak menemukan kandungan bahan peledak maupun material radioaktif pada benda tersebut.
Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Sebuah perangkat besar berbentuk torpedo yang ditemukan di selat strategis antara Bali dan Lombok telah diidentifikasi oleh para analis pertahanan sebagai sistem pemantauan bawah laut milik China.
Namun, Beijing menepis kekhawatiran tersebut dan menyatakan tidak perlu ada interpretasi atau kecurigaan yang berlebihan. Menurut kantor berita Antara, seorang nelayan menemukan objek sepanjang 3,7 meter tersebut di perairan utara pulau Gili Trawangan, Selat Lombok, pada pekan lalu. Angkatan Laut Indonesia segera membawa perangkat itu ke pangkalan angkatan laut Mataram di Lombok.
"Angkatan laut akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengidentifikasi perangkat tersebut, termasuk asal, tujuan, dan data yang tersimpan," ujar Juru Bicara Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Muda Tunggul.(DH)