Pendapatan GIAA naik 5,36% di awal 2026, kerugian menyusut

Kamis, 23 April 2026

image

JAKARTA – Pendapatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mencapai US$762,35 juta pada kuartal pertama 2026, meningkat 7,36% secara tahunan atau dari kuartal yang sama tahun lalu.

Mayoritas pendapatan GIAA berasal dari penerbangan berjadwal, yang menyumbang US$684,1 juta atau sekitar 85,1% terhadap total pendapatan, menurut laporan keuangan yang disampaikan Rabu (22/4).

Sementara pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal menyumbang US$24,98 juta atau 3,28% terhadap total pendapatan, dan sisanya US$89,27% dari pendapatan lain-lain.

Kinerja pendapatan dari penerbangan berjadwal GIAA meningkat 7,36% secara tahunan di kuartal pertama 2026. Sedangkan pendapatan dari penerbangan tidak berjadwal merosot 34,19% dan pendapatan lain-lain naik 8,99%.

Namun dengan tingginya beban usaha yang mencapai US$713,22 juta pada kuartal pertama, emiten maskapai penerbangan di bawah kendali Danantara ini belum sanggup mencetak laba bersih hingga Maret 2026.

Ditambah dengan pendapatan bersih dari usaha lain-lain dan beban keuangan di kuartal pertama, GIAA menanggung kerugian US$47,72 juta. Namun kerugian ini menyusut sekitar 46,22% secara tahunan atau dari rugi US$88,74 juta di kuartal yang sama tahun lalu.

Pada perdagangan Rabu (22/4) kemarin, harga saham GIAA menguat 1,39% ke level Rp73 per lembar. Namun sejak awal tahun ini, harga sahamnya telah turun 25,51% atau dari Rp108 per lembar.

Saat ini PT Danantara Asset Management menjadi pemegang saham pengendali GIAA, dengan porsi kepemilikan 91,11%. PT Trans Airways memiliki 1,80% saham menurut data kepemilikan di atas 1% yang diolah IDNFinancials.com dan sisanya dimiliki oleh investor publik. (KR)