Wingtech tuduh Nexperia bangun rantai pasok baru non-Tiongkok

Sabtu, 29 November 2025

image

JAKARTA - Ketegangan antara Nexperia dan perusahaan induknya, Wingtech asal China, kembali meningkat setelah Wingtech menuduh unit Belanda itu berupaya membangun rantai pasokan non-Tiongkok dan merebut kendali perusahaan secara permanen.

Seperti dikutip dari reuters.com (28/11), dalam pernyataan terpisah, Nexperia China juga mendesak penghentian ekspansi luar negeri, termasuk di Malaysia, dengan menyerukan agar pihak Belanda meninggalkan niat tidak pantas untuk menggantikan kapasitas China.

Perselisihan ini memuncak setelah surat terbuka Nexperia yang menyebut upaya komunikasi dengan unit China tak membuahkan hasil. Konflik internal itu terjadi di tengah sengketa lebih luas setelah pemerintah Belanda menyita Nexperia dua bulan lalu atas alasan keamanan ekonomi, langkah yang kemudian diikuti keputusan pengadilan Amsterdam yang mencabut kendali Wingtech.

Beijing membalas dengan menghentikan ekspor produk jadi Nexperia pada 4 Oktober, memicu gangguan rantai pasokan otomotif global, sebelum pelonggaran terjadi pada awal November.

Hingga kini, unit Eropa dan China masih saling berseberangan. Nexperia China telah menyatakan diri independen dari manajemen Eropa, yang kemudian membalas dengan menghentikan pengiriman wafer ke pabrik Nexperia di China.

Polemik kian memanas setelah tudingan bahwa pihak Belanda menghapus akun email pegawai China dan memutus akses sistem TI, serta dugaan rencana ekspansi US$300 juta di Malaysia dan target sourcing 90 persen produksi di luar China pada 2026.

Wingtech memperingatkan bahwa kegagalan menyelesaikan masalah kendali dapat memicu gangguan rantai pasokan kembali, menekankan bahwa ini jauh lebih dari sekadar perselisihan kendali perusahaan dan berpotensi berdampak pada keamanan industri di banyak negara.(DH)