Bos SIDO Irwan Hidayat: Saatnya RI mandiri di dunia obat tradisional

Kamis, 23 April 2026

image

JAKARTA - Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), Irwan Hidayat, mendorong kemandirian Indonesia dalam pemanfaatan obat berbasis bahan alam.“Minimal kita bisa mandiri di obat-obat tradisional. Ini bagian dari upaya agar masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan potensi herbal Indonesia,” ujarnya saat acara peluncuran Sido HerbalPedia, Kamis (23/4).Seiring perkembangan teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, SIDO menghadirkan inovasi digital berupa platform informasi kesehatan berbasis herbal, yakni Sido HerbalPedia dan SiHerbie.Irwan menjelaskan, peluncuran Sido HerbalPedia bertujuan menyediakan informasi seputar herbal dan kesehatan.Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat memang semakin mudah mengakses berbagai sumber secara cepat.Namun, banyaknya informasi tersebut kerap menyulitkan karena tidak semuanya akurat.“Karena itu, kami menghadirkan Sido HerbalPedia dengan semangat menyediakan informasi herbal yang reliabel dan dapat dipercaya," ujarnya.Ia menambahkan seluruh konten disusun berdasarkan jurnal penelitian, serta dikurasi oleh tim yang mengacu pada sumber-sumber ilmiah terpercaya.Sebagai informasi, Sido HerbalPedia menghadirkan tiga fitur utama. Pertama, Literatur Herbal yang memuat profil tanaman, manfaat, serta kajian ilmiah.Kedua, Holistic Health Care yang memberikan edukasi gaya hidup sehat berbasis pendekatan menyeluruh.Ketiga, SiHerbie yang berfungsi sebagai asisten digital untuk memberikan rekomendasi herbal dan produk alami yang telah terstandarisasi, halal, serta diproduksi secara higienis.“Kami berharap, langkah ini dapat mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, sehingga kehidupan yang lebih sehat dan bahagia dapat terwujud bagi lebih banyak orang”, ujar Irwan, dalam siaran pers, Kamis (23/4).Pada perdagangan sesi dua hari ini, hingga pukul 14.45 WIB, harga saham SIDO tertahan di level Rp505 per lembar. Namun, jika dilihat sebulan terakhir saham SIDO turun 2,91% dan sejak awal 2026 merosot 6,48%. (DK)