DMAS catat prapenjualan Rp561 miliar pada kuartal I 2026
Kamis, 23 April 2026

JAKARTA - Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), mencatat prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp561,43 miliar pada kuartal I 2026.
Capaian ini setara dengan 27% dari target marketing sales tahun 2026, yang ditetapkan sebesar Rp2,08 triliun.
“Penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini,” ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan, Tondy Suwanto, dalam siaran pers, Kamis (23/4).
Tondy menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi serta meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) turut mendorong permintaan lahan industri di kawasan GIIC Kota Deltamas, khususnya dari sektor data center.
Ia menjelaskan, “Dari sekitar 75 hektar permintaan lahan industri awal tahun 2026 ini, lebih separuhnya berasal dari sektor data center,” katanya.
Selain sektor industri, kinerja prapenjualan juga ditopang oleh sektor hunian, terutama rumah tapak.
Tondy menyatakan akan terus mengupayakan layanan terbaik bagi konsumen serta mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial di Deltamas, sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai informasi, pemegang saham mayoritas dan pengendali DMAS adalah PT Sumber Arusmulia (57,28%), yang merupakan bagian dari Sinar Mas Land, serta Sojitz Corporation (25,00%), perusahaan asal Jepang dengan jaringan di lebih dari 50 negara.
Dari sisi kinerja saham, sejak awal 2026, harga saham DMAS naik hingga 6,98% ke level Rp138 per saham. Dalam sebulan terakhir saja, saham DMAS naik 3,76%. Namun, pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4), saham turun tipis 0,72%. (DK/ZH)