Retorika Trump gagalkan negosiasi Iran, harga minyak melonjak

Jumat, 24 April 2026

image

JAKARTA - Harga minyak melanjutkan kenaikan untuk hari kelima seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah pernyataan Presiden Donald Trump dinilai menghambat peluang negosiasi langsung antara AS dan Iran.

Seperti dikutip Bloomberg, kontrak West Texas Intermediate naik ke sekitar US$97 per barel, sementara Brent ditutup mendekati US$105 per barel pada Kamis. Kenaikan mingguan mencapai sekitar 16%.

Pejabat AS menyebut unggahan Trump di Truth Social serta keputusan melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran mengganggu proses negosiasi yang dimediasi negara seperti Pakistan.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari mengguncang pasar energi global. Penutupan hampir total Selat Hormuz menekan arus pasokan dari produsen utama minyak dan gas di kawasan Teluk Persia. Kekhawatiran atas mandeknya perundingan dan meningkatnya ancaman militer menambah premi risiko pada harga minyak.

“Ketegangan kini sedikit meningkat pasar sekarang memperkirakan kebuntuan yang lebih intens, dengan durasi yang lebih lama,” kata Dennis Kissler dari BOK Financial Securities Inc.

Harga minyak sempat terdorong lebih tinggi setelah Trump menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk  “tembak dan bunuh” kapal yang menebar ranjau di selat tersebut. Di saat yang sama, pasukan AS menaiki supertanker yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia sebagai bagian dari peningkatan blokade terhadap pengiriman energi Teheran.

Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih terbatas, dengan hanya sedikit pergerakan kapal yang terkait Iran. Upaya menghidupkan kembali negosiasi antara Washington dan Teheran masih buntu, termasuk terkait program nuklir Iran dan serangan Israel di Lebanon. Gencatan senjata di Lebanon diperpanjang tiga minggu, menurut pernyataan Trump.(DH)