Tentara Amerika menaiki super tanker Iran, blokade makin agresif
Jumat, 24 April 2026

JAKARTA - Pasukan AS menaiki supertanker yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia seiring peningkatan blokade terhadap aktivitas maritim Iran.
Seperti dikutip Bloomberg, kapal yang disasar adalah Majestic X, yang juga dikenal sebagai Phonix, menurut pernyataan Pentagon. Kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) itu mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak dan tercatat beroperasi dengan bendera palsu dalam basis data industri.
Langkah ini menandai perluasan operasi AS yang tidak hanya memutar balik kapal dari Teluk Persia, tetapi juga menghentikan dan memeriksa tanker jauh dari perairan Iran. Kebijakan tersebut memutus pasokan ke pelanggan utama Teheran, terutama China.
Efektivitas blokade bergantung pada tekanan ekonomi terhadap Iran agar memenuhi tuntutan AS. Di sisi lain, Teheran tetap menutup hampir seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz, menghambat distribusi minyak global dan menekan pertumbuhan ekonomi.
Data pelacakan kapal menunjukkan hanya satu kapal kargo terkait Iran yang keluar dari Teluk Persia hingga Kamis pagi. Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang sedikitnya tiga kapal di jalur tersebut pada Rabu, dengan dua di antaranya dialihkan ke perairan Iran.
Operasi terhadap Majestic X mengikuti intersepsi tanker Hedy dan Hero II yang kini berlabuh di pelabuhan Chabahar, Iran. U.S. Central Command menyatakan kapal-kapal itu sebelumnya mencoba menembus blokade.
Selain itu, tanker Dorena berada di bawah pengawalan kapal perusak Angkatan Laut AS di Samudra Hindia setelah mencoba melanggar pembatasan.
Langkah penegakan ini membuat aliran minyak melalui Selat Hormuz turun drastis. Jalur tersebut merupakan kanal utama perdagangan minyak dunia, namun kini hanya mengalirkan volume terbatas selama konflik berlangsung.
Pasar minyak menghadapi potensi kehilangan pasokan hingga sekitar 1 miliar barel, menurut pernyataan CEO Vitol Group Russell Hardy dalam forum industri pekan ini. Pemantauan TankerTrackers.com menunjukkan setidaknya enam tanker telah dicegat AS dalam berbagai bentuk operasi.(DH)