IHSG kembali volatil, terseret outflow asing dan depresiasi rupiah

Jumat, 24 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menghadapi tekanan, dari aksi jual bersih (outflow) investor asing hingga volatilitas dari bursa global.

Analis BRI Danareksa Sekuritas mencatat bursa saham Wall Street pada Kamis (23/4) kemarin kompak melemah. Dow Jones turun 0,36%, S&P 500 turun 0,41%, dan Nasdaq Composite turun 0,89%.

Sementara bursa saham Indonesia mencatat outflow investor asing Rp1,36 triliun, menyusul pelemahan IHSG 2,16% ke level 7.378.

Analis BRI Danareksa menilai sentimen global belum memberikan kepastian bagi investor, meskipun Amerika Serikat (AS) telah memperpanjang gencatan senjata. Hal ini dinilai turut mendorong harga minyak mentah dunia tetap tinggi di atas US$100 per barel.

Dari dalam negeri, analis BRI Danareksa menyebut nilai tukar rupiah terus melemah dari Rp17.000 ke Rp17.300 per dolar AS. Pelemahan ini imbas sentimen global dan capital outflow dari pasar keuangan domestik.

“Untuk perdagangan Jumat (24/4), IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah terbatas,” jelas analis BRI Danareksa, dengan menekankan indeks berpotensi menguji area support 7.305–7.300 dan resistance 7.460–7.500.

Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG telah breakdown support 7.500 dan didukung dengan lonjakan volume.

Dengan histogram positif pada indikator MACD yang kembali menyempit dan berpotensi membentuk death cross, “IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dan menutup gap down 7.308 serta menguji level 7.300.”

“Sentimen negatif antara lain berasal dari pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17,300 per dolar AS,” ungkap analis Phintraco, dengan menekankan posisi ini jadi level penutupan terburuk bagi rupiah sepanjang masa.

Di kawasan emerging market Asia, indeks saham KOSPI Korea Selatan mengawali perdagangan di zona merah dengan penurunan 0,10% hingga pukul 8.18 WIB. (KR)