Kredit hanya naik 2,8%, laba Permata Bank naik 16,6% di kuartal I 2026
Jumat, 24 April 2026

JAKARTA – PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan laba bersih naik 16,6% secara tahunan menjadi Rp920,1 miliar pada akhir kuartal I 2026, meski pendapatan bunga dan syariah bersih merosot 4,3% menjadi Rp2,4 triliun.
Bank Permata juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang moderat, tumbuh 2,8% secara tahunan atau total Rp161 triliun.
Segmen korporasi masih mendominasi penyaluran kredit Bank Permata, dengan pertumbuhan 6,5% menjadi Rp98,2 triliun, disusul segmen komersial yang naik 1,8% menjadi Rp19,7 triliun.
“Bank menerapkan strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan kredit yang selektif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” tulis manajemen dalam keterangan resmi yang diterima IDNFinancials.com, Kamis (23/4).
Meski kredit dan pendapatan Bank Permata tak melonjak, kinerja laba bersih masih ditopang pendapatan non-bunga yang naik 11,9% secara tahunan.
Dari segi likuiditas, Permata Bank juga mencatatkan penurunan Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga 4,3% menjadi Rp184,6 triliun. Di sisi lain, hal ini membuat loan-to-deposit ratio (LDR) meningkat menjadi 87,2% pada kuartal I 2026.
Kualitas aset Bank Permata tampak relatif stabil, meski NPL gross sedikit naik dari 2% menjadi 2,2%. NPL nett masih relatif stabil di level 0,3%, sedangkan Loan at Risk (LAR) berada pada level 6,4%, membaik dari 7,6% di kuartal pertama tahun 2025. (ZH)