Rupiah jeblok Rp17.923 per dolar AS, IHSG merosot 3,06%

Jumat, 24 April 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 3,06% atau 225,75 poin ke 7.152,85 pada perdagangan sesi pertama Jumat (24/4) hari ini.

Hal ini menambah reli penurunan IHSG dalam 4 hari kemarin atau sejak awal pekan, menjadi 6,54%.

Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp13,24 triliun, serta melibatkan perdagangan 28,63 miliar lembar saham.

Sebanyak 642 saham yang diperdagangkan di bursa mencatat penurunan harga. Sementara hanya 90 saham yang menguat dan 82 lainnya stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat transaksi tertinggi, mencapai Rp1,56 triliun. Namun seperti saham blue chips lainnya, harga saham BBCA ambles 5,45% ke level Rp6.075 per lembar.

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, sejumlah analis menilai pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu penyebab IHSG turun signifikan.

Pasalnya, nilai tukar rupiah tutup di level terendah sepanjang masa pada perdagangan Kamis (23/4) kemarin, di Rp17.286 per dolar AS.

Hingga pukul 11.40 WIB hari ini, nilai tukar rupiah berlanjut melemah 0,04% atau 7 poin ke Rp17.293 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi seiring indeks dolar AS (DXY) yang bergerak menguat 0,10% ke level 98,87.

Senior Market Strategist BNY Hong Kong, Wee Khoon Chong, menilai rupiah tekanan cukup dalam pada rupiah terjadi akibat kekhawatiran pada fiskal Indonesia yang meningkat.

“Efektivitas internvensi Bank Indonesia (BI) juga dipertanyakan di tengah ketidakpastian makroekonomi dan penguatan dolar AS,” ungkap Chong, dalam laporan Bloomberg.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengaku telah meningkatkan intervensi di pasar valuta asing (valas) melalui sejumlah instrumen moneter.

Selain itu, BI juga meningkatkan bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), untuk menarik lebih banyak modal asing. (KR)