Harga emas dan perak melemah jelang rapat FOMC

Jumat, 24 April 2026

image

NEW YORK - Harga emas dan perak kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/4) seiring pasar bersiap menghadapi Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 April 2026.

Kedua logam mulia ini kini bergerak di bawah rata-rata pergerakan sederhana 50 dan 100 hari (SMA50), sebuah sinyal teknikal bearish yang telah berlangsung sejak pertengahan April.

Seperti dikutip KITCO, emas ditutup di level US$4.692 per ounce pada Kamis (23/4), sementara perak turun lebih dalam sebesar 3% ke US$75,39, meski baru mencapai level US$84 hanya sekitar 10 hari lalu.

Secara keseluruhan, emas telah terkoreksi sekitar US$550 dari puncaknya di awal tahun yang mendekati US$5.238, sementara perak turun hampir US$15 dari level tertingginya di atas US$90.

Tekanan terhadap harga logam mulia datang dari kondisi makro global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Selat Hormuz, mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko inflasi.

Minyak mentah Brent bahkan sempat menembus US$103 per barel, memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.Selain itu, Lingkungan suku bunga tinggi menjadi tantangan utama bagi emas dan perak, yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding assets).

Pelaku pasar kini juga memperkirakan tidak akan ada pemangkasan suku bunga hingga 2026.

Data dari CME FedWatch menunjukkan probabilitas 99,5% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% dalam pertemuan FOMC pada 28–29 April mendatang.Data klaim pengangguran AS terbaru yang sedikit meningkat belum cukup kuat untuk mengubah ekspektasi tersebut.

Pasar kini menantikan rilis survei ekspektasi inflasi dari University of Michigan, yang berpotensi menjadi penentu arah jangka pendek harga emas dan perak.

Jika inflasi kembali tinggi, tekanan terhadap kedua logam ini bisa berlanjut.Di sisi lain, dinamika kebijakan moneter juga menjadi sorotan setelah kandidat Ketua The Fed, Kevin Warsh, menyatakan komitmennya untuk bertindak independen dan mengisyaratkan perlunya kerangka baru dalam mengatasi inflasi.

Pertemuan FOMC akhir April ini juga akan menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai ketua, sehingga pernyataan yang dihasilkan berpotensi berdampak besar pada pasar.Meski sedang terkoreksi karena diterpa berbagai faktor eksternal, tren jangka panjang emas masih dinilai positif.

Lembaga keuangan seperti JPMorgan Chase dan Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$4.000 hingga US$6.300 sepanjang 2026, meski JPMorgan dilaporkan menurunkan proyeksi akhir tahunnya sekitar 10%.Penurunan perak yang lebih dalam mencerminkan perannya sebagai aset safe haven sekaligus komoditas industri.

Dengan harga energi tinggi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, prospek permintaan industri untuk perak ikut melemah. Logam mulia lainnya juga ikut tertekan, dengan platinum turun 3% dan palladium merosot 4,5%.Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data inflasi AS, perkembangan geopolitik, serta hasil pertemuan FOMC yang diperkirakan menjadi penentu arah harga logam mulia dalam waktu dekat. (DK/ZH)