HEAL bagikan dividen Rp13,5 per saham, Grup Astra dapat berapa?
Jumat, 24 April 2026

JAKARTA - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), emiten pengendali jaringan Rumah Sakit Hermina, menetapkan pembagian dividen sebesar Rp207 miliar atau Rp13,5 per saham untuk tahun buku 2025.
Pembagian dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 23 April 2026, di Hermina Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Angka tersebut 28,3% lebih tinggi dari alokasi dividen tahun buku 2024 sebesar Rp161,3 miliar, meski mencatat penurunan laba bersih 19,9% secara tahunan menjadi sebesar Rp429,5 miliar pada 2025.
Dengan demikian, rasio pembayaran dividen kali ini mencapai 48,2% dari laba bersih 2025, jauh lebih tinggi dari rasio 30,1% pada tahun 2024 lalu.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, HEAL kini telah menjadi salah satu portofolio investasi Grup Astra di bidang kesehatan.
Hingga akhir Maret 2026, PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Healthcare Indonesia memiliki total 20,18% saham HEAL, sehingga Grup Astra akan mendapatkan bagian atas dividen tunai sekitar Rp41,8 miliar.
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, RUPS juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
Perseroan mengangkat Iswan Kosasih ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Darwin Cyril Noerhadiyang mundul sejak 17 Maret 2026, serta menunjuk Yustinus Immanuel Herawan sebagai Direktur.
Pada kesempatan yang sama, manajemen juga mengungkap sejumlah agenda strategis guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan peningkatan layanan Rumah Sakit Hermina.
Direktur Utama Yulisar Khiat menyampaikan bahwa Perseroan terus menjalankan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan jaringan layanan, transformasi digital, dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Dalam hal ekspansi, Perseroan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Hermina di Bali dan Salatiga, memperluas kapasitas layanan di sejumlah rumah sakit eksisting, serta mulai mengembangkan model operatorship sebagai salah satu pilar pertumbuhan jangka panjang.
“Fokus tersebut tidak hanya pada ekspansi, tetapi juga pada pemberian manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan berkualitas tinggi,” kata Yulisar. (DK/ZH)