Recall 6.000 pesawat Airbus A320 ganggu penerbangan global akhir pekan

Sabtu, 29 November 2025

image

JAKARTA - Produsen pesawat Eropa, Airbus, memerintahkan perbaikan segera pada 6.000 unit jet A320 yang digunakan banyak maskapai di dunia.

Dikutip reuters.com (28/11), recall ini memengaruhi lebih dari separuh armada global dan berpotensi mengganggu perjalanan akhir pekan tersibuk di Amerika Serikat, menurut buletin Airbus.

Perbaikan utama melibatkan pengembalian perangkat lunak ke versi sebelumnya, dan harus selesai sebelum pesawat bisa kembali terbang. Beberapa maskapai memperingatkan penundaan atau pembatalan penerbangan akibat tindakan ini.

Beberapa maskapai yang terdampak antara lain:

  • American Airlines: Sekitar 340 dari 480 A320 membutuhkan perbaikan. Proses diperkirakan selesai Sabtu dengan durasi dua jam per pesawat.
  • Lufthansa: Sedikit pembatalan atau penundaan di akhir pekan.
  • Avianca: Lebih dari 70% armadanya terdampak, memicu gangguan operasional selama 10 hari ke depan. Penjualan tiket ditutup hingga 8 Desember.
  • Wizz Air: Beberapa penerbangan akhir pekan mungkin terdampak saat pembaruan perangkat lunak dilakukan.
  • British Airways: Tiga pesawat terdampak, namun operasional tidak terganggu.
  • easyJet: Memperkirakan ada gangguan, mengambil langkah meminimalkan dampak.
  • Air France KLM: Membatalkan 35 penerbangan Jumat setelah arahan Airbus.
  • Air New Zealand: Semua A320neo diperbarui sebelum kembali beroperasi, sejumlah penerbangan Sabtu terdampak.
  • Air India & Air India Express: Perubahan perangkat lunak menyebabkan penundaan, sebagian armada terdampak.
  • Indigo: Beberapa penerbangan mengalami "sedikit perubahan jadwal" selama pembaruan.
  • Volaris: Penundaan dan pembatalan penerbangan 48–72 jam ke depan.
  • Latam Airlines: Pembaruan berlaku untuk sejumlah kecil pesawat di Kolombia, Chili, dan Peru.
  • Turkish Airlines: Delapan pesawat A320 kembali beroperasi setelah perbaikan, operasional aman.
  • Viva: Belum ada jadwal pasti kapan armada siap terbang kembali.
  • Delta Airlines & Aer Lingus: Dampak terbatas atau minimal.
  • United Airlines & Azul SA: Tidak terdampak.

 (DH)