Trump: Lebanon-Israel perpanjang gencatan senjata tiga minggu
Sabtu, 25 April 2026

TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (23/4) mengungkapkan bahwa Lebanon dan Israel sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih.
Trump menjamu Duta Besar Israel untuk Washington, Yechiel Leiter, dan Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Moawad, di Oval Office dalam putaran kedua pembicaraan yang difasilitasi Amerika Serikat.
Seperti dikutip Reuters, pertemuan ini berlangsung sehari setelah serangan Israel menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk seorang jurnalis.
Trump menyebut pertemuan tersebut berjalan baik dan mengatakan AS akan bekerja sama dengan Lebanon untuk membantu memperkuat pertahanannya dari kelompok Hezbollah, yang tidak hadir dalam pembicaraan tersebut.
Kelompok itu menyatakan memiliki “hak untuk melawan” pasukan pendudukan.
Ia juga menyampaikan harapan untuk dapat menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di masa mendatang.
Trump menambahkan bahwa ia berharap para pemimpin dapat bertemu selama masa gencatan senjata tiga minggu ini, serta melihat peluang besar tercapainya kesepakatan damai tahun ini.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta duta besar AS untuk Israel dan Lebanon.
Gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dalam pembicaraan antar duta besar di Washington pekan lalu awalnya akan berakhir pada hari Minggu.
Meskipun berhasil mengurangi kekerasan secara signifikan, serangan masih terus terjadi di Lebanon selatan, di mana pasukan Israel telah menduduki zona penyangga yang mereka deklarasikan sendiri. (DK)