Pasar antisipasi pemotongan suku bunga, harga emas dan perak naik
Sabtu, 29 November 2025

JAKARTA - Harga emas melanjutkan reli pada Jumat (28/11), didorong meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga bulan depan.
Dikutip reuters.com (28/11), harga emas spot naik 1,3% ke US$4.210,94 per ons, tertinggi sejak 13 November, dan bersiap menutup pekan dengan kenaikan 3,6% serta lonjakan bulanan 5,2%. Perak ikut menguat tajam, mencetak rekor baru di US$56,78 per ons.
Kenaikan harga terjadi setelah perdagangan berjangka kembali normal menyusul gangguan di CME Group yang sempat menghentikan transaksi lintas aset selama beberapa jam. Di pasar berjangka, emas untuk pengiriman Februari ditutup naik 1,3% ke US$4.254,9 per ons.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga menjadi sentimen utama. “Harapannya adalah bahwa kita akan terus mengalami perlambatan ekonomi hingga tahun 2026, dan Federal Reserve kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga, yang akan menarik kembali beberapa investor,” ujar Bart Melek dari TD Securities. Pernyataan dovish dari pejabat The Fed, termasuk Christopher Waller dan John Williams, serta data ekonomi yang melemah pascapenutupan pemerintahan AS, turut memperkuat keyakinan pasar.
Peluang pemotongan suku bunga Desember kini mencapai 87%, naik dari 50% pekan lalu.
Penguatan juga terjadi pada perak, yang didorong sentimen teknikal. “Grafik teknis untuk perak telah berubah menjadi lebih bullish mengundang spekulan berbasis grafik ke sisi panjang pasar perak,” kata Jim Wyckoff dari Kitco Metals.
Di sisi lain, permintaan emas fisik di Asia melemah akibat harga yang tinggi. Pembelian ritel di India tertekan meski memasuki musim pernikahan, sementara minat konsumen di China turun setelah penghapusan insentif pajak.
Logam mulia lainnya ikut menguat. Platinum naik 4% ke US$1.672,50, sedangkan palladium bertambah 0,8% ke US$1.450,16.(DH)