Regulator Asia naikkan kewaspadaan terhadap AI Mythos di perbankan

Sabtu, 25 April 2026

image

JAKATA - Regulator keuangan di Asia meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko siber yang dipicu kecerdasan buatan, khususnya model Mythos milik Anthropic.

Seperti dikutip Reuters, otoritas moneter Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menyatakan telah berkoordinasi dengan bank-bank besar dan meningkatkan pengawasan terhadap ancaman siber berbasis AI. Regulator juga menyiapkan kerangka baru untuk memperkuat ketahanan sektor perbankan.

HKMA akan meluncurkan Cyber Resilience Testing Framework yang bertujuan meningkatkan kemampuan respons dan pemulihan bank, sekaligus memastikan sistem data tetap kuat. Selain itu, HKMA membentuk task force lintas sektor publik dan swasta untuk memantau serta merespons risiko siber berbasis AI.

“Beberapa bank juga sedang mengevaluasi langkah-langkah mitigasi tambahan sebagai respons terhadap ancaman yang terus berkembang ini,” kata regulator dalam pernyataannya.

Di Australia, Australian Securities and Investments Commission (ASIC) menyatakan tengah memantau penggunaan Mythos bersama regulator lain untuk menilai dampaknya terhadap pasar.

Sementara itu, Monetary Authority of Singapore (MAS) memperingatkan bahwa kemajuan AI dapat mempercepat identifikasi dan eksploitasi celah keamanan pada sistem TI.

“Lembaga keuangan perlu menggandakan upaya untuk memperkuat pertahanan keamanan mereka, secara proaktif mengidentifikasi dan menutup kerentanan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan siber, termasuk pembaruan keamanan tepat waktu,” ujar MAS.

MAS menambahkan pihaknya berkoordinasi dengan Cyber Security Agency of Singapore untuk mendukung perlindungan infrastruktur penting.(DH)