Malaysia percepat bio solar B15 untuk ketahanan energi
Minggu, 26 April 2026

KUALA LUMPUR -- Malaysia mempercepat implementasi program biodiesel B15 sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.
Seperti dikutip dari The Edge Malaysia pada hari Jumat (24/4), kebijakan ini akan ditopang oleh pengembangan hub biofuel di Kawasan Industri Pengerang, Johor.
Menteri Ekonomi Akmal Nasrullah Mohd Nasir menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menghadapi risiko gangguan rantai pasok akibat tensi geopolitik, kenaikan biaya input, dan ketidakpastian perdagangan global.
Program B15 merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan campuran biodiesel menjadi 15% berbasis minyak sawit (palm methyl ester) dan 85% diesel fosil. Implementasi akan dilakukan bertahap, dimulai dari B12.
Selain meningkatkan ketahanan energi, kebijakan ini juga berfungsi menyerap produksi minyak sawit domestik, menjadi faktor penting bagi stabilitas industri kelapa sawit Malaysia.
Kawasan Pengerang telah menjadi pusat industri energi utama dengan keberadaan Pengerang Integrated Complex (PIC) dan All Cosmos Industries Sdn Bhd (ACI).
PIC memiliki kapasitas pengolahan hingga 300.000 barel per hari serta output petrokimia lebih dari 3,3 juta ton per tahun.
Infrastruktur ini menjadi tulang punggung pasokan energi domestik sekaligus mendukung industri hilir seperti manufaktur plastik dan ekspor produk bernilai tambah.
Di sisi lain, sektor pupuk domestik masih menghadapi tekanan, mulai dari volatilitas bahan baku hingga kenaikan biaya logistik.
Pemerintah mendorong sejumlah solusi:
Selain itu, adopsi pupuk bio-organik juga didorong untuk mengurangi ketergantungan pada impor serta menjaga ketersediaan pasokan saat terjadi kelangkaan global.
Model produksi ACI yang mengombinasikan 20% pupuk bio-organik dan 80% konvensional dinilai sebagai pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.
Langkah Malaysia mempercepat B15 menunjukkan pergeseran kebijakan energi menuju model yang lebih mandiri dan berbasis sumber daya domestik.
Bagi investor dan pelaku industri, ada beberapa insight utama:
Dalam jangka panjang, integrasi antara energi, pertanian, dan industri hilir akan menjadi kunci bagi Malaysia dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing ekspor. (BS)