Tersangka penembakan di acara Trump menginap di hotel lokasi acara
Minggu, 26 April 2026

WASHINGTON – Penembakan pada Sabtu malam terhadap seorang agen Secret Service di acara makan malam White House Correspondents' Association dinner kembali memunculkan pertanyaan tentang perlindungan bagi para pemimpin politik Amerika di tengah meningkatnya kekerasan politik.
Insiden tersebut terjadi di Hotel Washington Hilton, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Gedung Putih.
Seperti dikutip Reuters, Minggu (26/4), ratusan agen dari berbagai lembaga penegak hukum ditugaskan untuk mengamankan acara tahunan tersebut, yang tahun ini dihadiri oleh Presiden Donald Trump sebagai tokoh utama.
Namun, seorang tersangka yang membawa senapan dan senjata lainnya berhasil mencapai satu lantai di atas ruang ballroom hotel di Washington, tempat berkumpulnya pejabat kabinet, anggota parlemen senior, dan selebritas dalam jumlah besar.
Selain Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Kepala Pentagon Pete Hegseth, Jaksa Agung Todd Blanche, Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, serta berbagai pejabat lainnya turut hadir, banyak di antaranya dengan pengamanan pribadi masing-masing.
Masih terlalu dini untuk memastikan apakah terjadi kegagalan atau miskomunikasi dari aparat penegak hukum.
Namun, kejadian ini terjadi kurang dari dua tahun setelah dua upaya pembunuhan terhadap Trump selama kampanye presiden 2024, sehingga menunjukkan bahwa bahkan sistem pengamanan paling ketat sekalipun masih memiliki celah.
Kepala kepolisian Washington menyatakan bahwa tersangka—yang membawa senapan, pistol, dan pisau—menginap di hotel tempat acara berlangsung.
Dalam konferensi pers mendadak di Gedung Putih, Trump memuji respons cepat aparat, termasuk Secret Service.
Ia juga menyinggung risiko menjadi presiden, mengingat beberapa pendahulunya pernah dibunuh, namun menegaskan bahwa pelaku tidak sempat “menembus” pintu ballroom.
“Ini bukan gedung yang terlalu aman,” kata Trump, merujuk pada hotel tersebut yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Gedung Putih. Lokasi ini juga pernah menjadi tempat percobaan pembunuhan terhadap Presiden Ronald Reagan pada 1981.
Sekitar 2.600 tamu diwajibkan melewati detektor logam untuk masuk ke ballroom di lantai bawah. Namun, untuk masuk ke hotel, tamu hanya perlu menunjukkan tiket, sementara area hotel tetap terbuka bagi publik.
Dengan pintu masuk yang juga dipenuhi demonstran, banyak di antaranya memprotes kebijakan perang pemerintahan Trump terhadap Iran, para tamu dapat masuk dengan relatif cepat.
Dalam rekaman video, tersangka terlihat berlari melewati pos keamanan di lorong hotel, sebelum menembak seorang agen. Ia kemudian berhasil dilumpuhkan dan diborgol oleh petugas.
Di dalam ballroom, para tamu masih menyantap hidangan ketika terdengar beberapa kali suara tembakan dari arah belakang ruangan.
Agen Secret Service segera mengevakuasi Trump dan Vance dari meja utama. Sementara itu, pengawal pejabat lain bereaksi beragam, ada yang langsung menerobos kerumunan, bahkan memanjat kursi dan menjatuhkan peralatan makan untuk menjangkau orang yang mereka lindungi, sementara tamu lainnya berlindung di bawah meja.
Tim pengamanan untuk sejumlah pejabat kabinet mendorong orang yang mereka lindungi ke lantai dan membentuk perisai manusia. Evakuasi berlangsung dengan waktu yang berbeda-beda, sebagian segera dikeluarkan, sementara yang lain masih bertahan beberapa menit di dalam ruangan.
Trump, yang sebelumnya selamat dari upaya pembunuhan pada 2024, sempat ingin melanjutkan acara. Namun, akhirnya Secret Service memutuskan bahwa acara tidak dapat dilanjutkan demi alasan keamanan. (YS)