IHSG sepekan turun 6,59% sepekan, kini uji level kritis?
Senin, 27 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menghadapi tekanan dan menguji area kirits pada perdagangan pekan ini, setelah turun 6,61% dalam sepekan terakhir (20-24 April 2026).
Analis Phintraco Sekuritas menilai sejumlah sentimen negatif di dalam dan luar negeri belum meredakan kekhawatiran investor. Negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum memberikan sinyal positif, sementara depresiasi rupiah dan premi risiko fiskal Indonesia terus meningkat.
“Secara global, investor akan mencermati pertemuan The Fed, ECB, BoE dan BoJ untuk membahas kebijakan moneter masing-masing pada pekan ini,” jelas analis Phintraco, dalam catatan awal pekan ini yang disampaikan kepada investor.
“IHSG diperkirakan berpotensi menguji level psikologis di 7.000,” imbuh analis Phintraco.
Sementara riset analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai kenaikan indeks saham di Wall Street dan harga komoditas pada akhir pekan lalu, sebagai sentimen positif di pasar saham.
Meskipun di sisi lain, aksi jual investor asing dan berlanjutnya pelemahan nilai tukar tetap menjadi katalis negatif bagi IHSG. “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.005/6.880 dan resist 7.255/7.380,” jelas analis CGS International.
Pada akhir pekan lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan evaluasi mayor atau rebalancing sejumlah indeks saham seperti IDX30, IDX80, dan LQ45. Dalam rebalancing ini, bursa tak lagi menitik beratkan kapitalisasi pasar emiten sebagai landasan penghitungan indeks.
Riset analis BRI Danareksa Sekuritas menilai aspek likuiditas, free float, dan distribusi kepemilikan saham juga menjadi faktor penentu agar emiten masuk dalam ketiga indeks tersebut.
“Secara teknikal, tekanan di IHSG masih berpotensi kembali terjadi. Mengingat masih terdapat satu area gap yang belum tertutup pada level psikologis 7.000,” jelas analis BRI Danareksa, dalam pemaparan yang disampaikan kepada investor.
Di kawasan emerging market Asia, indeks saham KOSPI Korea Selatan mengawali perdagangan di zona hijau dengan kenaikan 1,97%. Indeks Hang Seng juga turut menguat 0,31% menurut data Bloomberg hingga pukul 9.00 WIB hari ini. (KR)