Indonesia tawarkan 116 blok migas baru untuk investor global
Senin, 27 April 2026

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menawarkan 116 blok minyak dan gas bumi (migas) baru kepada investor global guna mengejar target produksi nasional.
Selain membuka wilayah kerja (WK) migas baru, pemerintah juga memperkuat kolaborasi teknologi dan operasional di wilayah kerja yang sudah berjalan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menarik investasi baru di sektor hulu migas.
Sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, target produksi minyak ditetapkan sebesar 610 ribu barel per hari, mengutip dari ANTARA.
Laode menuturkan, penemuan besar di Sumur Geliga, Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Sumur ini diperkirakan memiliki potensi gas sebesar 5 TCF serta kondensat sekitar 300 juta barel.
Menurutnya, penemuan tersebut memperkuat komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi menyusul penutupan Selat Hormuz akibat memanasnya situasi di Timur Tengah.
Jalur tersebut merupakan rute penting bagi sekitar 20 persen pasokan minyak mentah Indonesia.
“Saat ini kami melakukan berbagai langkah mitigasi seperti diversifikasi impor energi, optimalisasi pasokan domestik dan biofuel, peningkatan kinerja kilang, penguatan kerja sama bilateral, hingga kebijakan efisiensi konsumsi BBM dan LPG,” ujar Laode.
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, Kementerian ESDM juga terus memperbaiki regulasi melalui fleksibilitas kontrak yang memungkinkan investor memilih atau beralih antara skema Gross Split dan Cost Recovery.
Selain itu, pemerintah melakukan penyesuaian fiskal melalui pembagian keuntungan (split) yang disesuaikan dengan profil risiko lapangan, pemberian insentif berbasis keekonomian proyek, serta percepatan proses perizinan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 yang menjamin kepastian waktu persetujuan izin.
Laode menegaskan Indonesia tidak hanya menawarkan sumber daya besar, tetapi juga peluang nyata bagi investor.
“Reformasi sedang berjalan. Peluang terbuka lebar. Pemerintah mengundang investor untuk menjadi bagian dari babak baru sektor hulu migas Indonesia,” tutupnya. (DK)