Iran tegaskan Hormuz tak kembali normal, harga minyak menguat
Senin, 27 April 2026

TEHERAN - Harga minyak dunia naik pada Minggu setelah seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa Selat Hormuz “dalam kondisi apa pun” tidak akan kembali seperti sebelumnya.
Seperti dikutip CNN, minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, naik sekitar 2,14% ke level US$107,58 per barel. Sementara minyak mentah AS (WTI) menguat 2,08% menjadi US$96,36 per barel.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahwa tindakan Amerika Serikat yang terus berlanjut telah merusak kepercayaan dan mempersulit jalur dialog, menurut laporan media pemerintah Iran.
Pernyataan itu muncul sepekan setelah Iran menuduh Amerika Serikat melakukan “pelanggaran kepercayaan” dan kembali menutup Selat Hormuz.
Pezeshkian juga menegaskan Teheran tidak akan masuk ke dalam “negosiasi paksa” dengan AS, serta menyebut blokade angkatan laut Amerika di pelabuhan Iran harus dihentikan sebelum kesepakatan dapat dicapai.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusan AS ke Islamabad pada Sabtu di menit terakhir setelah Iran menolak pembicaraan langsung.
Trump juga menyalahkan “perselisihan internal” di antara para pemimpin Teheran.
Perundingan damai menjelang dua bulan perang masih menemui jalan buntu, memperpanjang gangguan pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga bensin global.
“Kami menyadari jika kami menekan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, maka 25% ekonomi dunia akan terdampak,” ujar Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad, dikutip media semi-resmi Iran pada Minggu.
Harga bensin rata-rata di AS tercatat mencapai US$4,10 per galon pada Minggu, berdasarkan data AAA.
Meski turun dari puncak terakhirnya, harga tersebut masih naik sekitar 27% sejak perang dimulai. (DK)