Kanada larang media sosial dan AI untuk anak muda

Senin, 27 April 2026

image

MANITOBA - Provinsi Manitoba di Kanada berencana melarang anak muda mengakses media sosial dan chatbot kecerdasan buatan (AI), kata pemimpin wilayah tersebut.

Wab Kinew, perdana menteri provinsi berpenduduk 1,5 juta jiwa yang terletak di utara North Dakota, mengumumkan kebijakan itu dalam pidato pada acara Partai Demokrat Baru (NDP) yang berhaluan kiri, Sabtu.

“Semakin banyak media sosial dan kini chatbot AI digunakan untuk merusak rentang perhatian anak-anak kita,” kata Kinew. 

“Platform ini dirancang untuk memaksimalkan keterlibatan dan menghasilkan uang bagi segelintir oligarki teknologi yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kami sebagai warga Kanada maupun Manitoban.”

Seperti dikutip Bloomberg, langkah ini membuat Manitoba lebih maju dibanding pemerintah federal Kanada yang masih mempertimbangkan pembatasan serupa secara nasional. 

Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari tren global untuk membatasi akses anak muda terhadap platform teknologi.

Australia telah memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun guna mengatasi masalah kesehatan mental, perundungan siber, dan pemerasan seksual. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendorong pembatasan serupa di Uni Eropa.

Perwakilan pemerintah Manitoba mengatakan belum ada rincian lebih lanjut mengenai batas usia yang akan terdampak maupun bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan.

Meski mengkritik media sosial, Kinew dikenal aktif membuat unggahan viral di Instagram dengan 441.000 pengikut—terbanyak di antara seluruh perdana menteri provinsi di Kanada, meski Manitoba hanya merupakan provinsi dengan populasi terbesar kelima.

Provinsi British Columbia sebelumnya juga menyusun rancangan undang-undang pada 2024 untuk menindak perusahaan media sosial atas dampak algoritma mereka, terutama terhadap anak-anak. 

Namun, rancangan itu kemudian ditunda dan diganti dengan pembentukan panel keamanan daring bersama perusahaan teknologi.

Sementara itu, CEO Sam Altman dari OpenAI sempat meminta maaf kepada kota Tumbler Ridge setelah perusahaan tidak memberi tahu aparat terkait akun ChatGPT milik tersangka pelaku salah satu penembakan massal terburuk di Kanada awal tahun ini.

Kanada juga sempat berselisih dengan pemerintah AS terkait aturan yang memengaruhi perusahaan teknologi Silicon Valley. 

Negara itu membatalkan rencana penerapan pajak penjualan digital tahun lalu setelah ancaman dari Presiden Donald Trump untuk menghentikan perundingan dagang. (DK)