Harga emas tertekan, keputusan The Fed jadi penentu

Senin, 27 April 2026

image

JAKARTA – Harga emas dunia diprediksi memasuki fase krusial pada pekan ini, setelah reli tajam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai kehilangan tenaga.

Arah pergerakan emas pekan ini akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, terutama dari sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS), mengutip dari INVESTOR.ID.

Harga emas hari ini, Senin (27/4) terlihat melemah 0,52% ke level US$ 4.685,19.

Sedangkan pada Jumat lalu (24/4), harga emas ditutup naik 0,33% ke level US$ 4.709, 25 per troi ons pada perdagangan Jumat (24/4). 

Meski sempat pulih di akhir pekan, emas gagal mempertahankan tren kenaikan empat minggu berturut-turut. 

Sebab, dalam sepekan ini, harga emas tercatat turun 3,26%.Senior echnical Strategist Forex.com Michael Boutros menilai, pergerakan emas kini berada di titik penentuan arah berikutnya.

Harga emas sebelumnya mencatat kenaikan lebih dari 19% dari posisi terendah tahunannya, ditopang reli selama empat pekan berturut-turut.

Namun, tren tersebut terhenti setelah harga gagal menembus area resistance kunci di dekat level tertinggi historis mingguan.

Menurut Boutros, penolakan di area tersebut menandakan mulai terjadinya perubahan momentum jangka pendek, sekaligus menguji apakah kenaikan sebelumnya hanya bersifat korektif atau bagian dari tren bullish yang lebih besar.

“Reaksi harga di area resistance ini akan menjadi penentu arah selanjutnya, apakah pembeli kembali masuk atau justru tekanan jual berlanjut,” jelas dia.

Dalam jangka pendek, Boutros mengatakan, harga emas emas kini bergerak turun mendekati area support penting. 

Level support mingguan berada di kisaran US$ 4.493–4.540 per troi ons, yang menjadi zona krusial karena mencerminkan kombinasi level teknikal utama, termasuk retracement 61,8%.

Jika harga menembus area tersebut, risiko koreksi yang lebih dalam akan terbuka, dengan potensi penurunan menuju level US$ 4.319 per troi ons hingga area US$ 4.100-an per troi ons,” paparnya.

Sebaliknya, Boutros menegaskan, jika emas mampu bertahan dan kembali menguat, maka level resistance di US$ 4.894 per troi ons menjadi kunci. 

Penembusan di atas level ini berpotensi mendorong kenaikan lanjutan menuju US$ 5.025 per troi ons hingga US$ 5.279 per troi ons.

Dari sisi trading, pelemahan sebaiknya tetap terbatas di atas US$ 4.493 per ons troi jika tren naik masih berlanjut. 

Sementara itu, penutupan di atas US$ 4.894 per ons troi diperlukan untuk mengonfirmasi kelanjutan reli,” ungkap Boutros.

Selain faktor teknikal, Boutros menegaskan, pergerakan emas pekan ini juga akan dipengaruhi oleh sejumlah agenda ekonomi penting, terutama dari AS.

Fokus utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dalam forum FOMC Meeting pada Selasa - Rabu (28-29/4). 

Meski tidak diharapkan ada perubahan suku bunga, pelaku pasar akan mencermati sinyal kebijakan terkait inflasi dan arah suku bunga ke depan. (DK)