Dirut DSNG Andrianto Oetomo: Laba naik 15% jadi Rp421 miliar.
Senin, 27 April 2026

JAKARTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan laba sebesar Rp421 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh 15% secara tahunan.
Berdasarkan siaran pers Perseroan, Senin (27/4) kinerja tersebut didukung oleh pendapatan yang mencapai Rp2,9 triliun atau meningkat 8% pada kuartal I 2026.
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengatakan segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan.
Penjualan crude palm oil (CPO) meningkat 18%, meskipun harga jual rata-rata (average selling price/ASP) turun sekitar 3% pada kuartal pertama 2026.
“Perseroan menyiapkan berbagai langkah strategis dan penuh kehati-hatian, termasuk program replanting untuk menjaga produktivitas kebun. Hingga saat ini, realisasi replanting mencapai sekitar 5.000-an hektar,” ujar Andrianto.
Seiring peningkatan volume penjualan CPO, beban pokok penjualan naik 10% menjadi Rp2 triliun. Namun, langkah deleveraging yang dilakukan Perseroan berhasil menekan biaya bunga pinjaman sehingga turut mendorong pertumbuhan laba.
Dari sisi produksi, DSNG mencatat produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 492 ribu ton atau naik 2,7%. Produksi kebun plasma meningkat 6,2%, sementara kebun inti tumbuh 1,8%.
Produksi CPO tercatat naik 2,1% menjadi 141 ribu ton, diikuti palm kernel (PK) yang meningkat 2,9% menjadi 27 ribu ton, serta palm kernel oil (PKO) yang tumbuh 5,7% menjadi 8,5 ribu ton.
Kinerja operasional tercermin dari oil extraction rate (OER) sebesar 23,32% dan tingkat free fatty acid (FFA) di kisaran 3%.
Pada segmen industri kayu, tekanan pasar global masih berlanjut akibat melemahnya permintaan produk panel dan engineered flooring, khususnya dari Amerika Serikat.
Ketidakpastian kebijakan tarif turut membuat pembeli lebih berhati-hati dan menunda keputusan pembelian.
Perseroan mencatat penjualan panel kayu sebesar 26 ribu meter kubik dan engineered flooring sebesar 56 ribu meter persegi, masing-masing turun 11,5% dan 63,2%.
Sementara itu, segmen energi terbarukan membukukan pendapatan Rp40,2 miliar atau turun 8,4%, terutama akibat melemahnya permintaan biomassa di Jepang yang berdampak pada penurunan volume ekspor cangkang inti sawit (PKS).
Hingga 31 Maret 2026, total aset DSNG tercatat Rp17,7 triliun, naik 0,8%. Liabilitas mencapai Rp5,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp12 triliun.
Pada perdagangan saham sesi satu hari ini, hingga pukul 12.00 WIB, harga saham DSNG naik 6,74% ke level Rp1.820 per lembar.
Dalam sebulan terakhir saja, saham DSNG melonjak 13,75% dan sejak awal 2026 melesat 20,93%. (DK)