Goldman Sachs naikkan proyeksi harga minyak kuartal IV 2026
Senin, 27 April 2026

NEW YORK - Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak untuk kuartal IV 2026, dengan target brent menjadi US$90 per barel dan WTI US$83 per barel.
Revisi ini dipicu oleh gangguan produksi minyak di Timur Tengah dalam skala besar, yang menyeret pasokan global merosot ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Seperti dikutip Investing, bank investasi tersebut memperkirakan sekitar 14,5 juta barel per hari produksi minyak mentah Timur Tengah hilang dari pasar.
Kondisi ini mendorong penarikan stok minyak global hingga 11–12 juta barel per hari hanya pada April, menandai salah satu penurunan inventori tercepat dalam sejarah pasar energi.
Proyeksi terbaru ini jauh lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya, yakni brent di US$80 per barel dan WTI di US$75 per barel untuk periode yang sama.
Goldman juga menilai keseimbangan pasar minyak global berubah drastis, dari surplus 1,8 juta barel per hari pada 2025 menjadi defisit 9,6 juta barel per hari pada kuartal II 2026.
Sementara itu, penurunan permintaan minyak global dinilai belum cukup untuk menyeimbangkan kondisi pasar.
Goldman memperkirakan permintaan minyak dunia turun 1,7 juta barel per hari pada kuartal II 2026 dan hanya 0,1 juta barel per hari sepanjang tahun.
Meski ada penurunan permintaan, angka tersebut dinilai jauh dari cukup untuk menutup defisit pasokan yang terjadi.
Untuk kuartal II 2026, Goldman justru memangkas proyeksi brent menjadi US$90 per barel dari sebelumnya US$99, serta WTI menjadi US$87 dari US$91, setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai gencatan senjata.
Penurunan ini dinilai sebagai premi risiko geopolitik yang mulai turun, serta membaiknya arus distribusi melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, proyeksi kuartal III 2026 tetap dipertahankan di level US$82 per barel untuk brent dan US$77 per barel untuk WTI.
Namun demikian, Goldman menilai risiko harga masih cenderung atas. Jika gangguan produksi Timur Tengah berlangsung lebih lama atau lebih besar dari asumsi dasar, harga minyak berpotensi naik jauh melampaui proyeksi saat ini.
Secara keseluruhan, revisi ini menunjukkan sikap Goldman yang jauh lebih bullish terhadap minyak. (DK/KR)