Rupiah stagnan di Rp17.229/US$ saat mata uang Asia menguat
Senin, 27 April 2026

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) stagnan di level Rp17.229/US$ pada Kamis (27/4) pukul 11.42 WIB, tepat pada posisi saat penutupan perdagangan pekan lalu.
Sejak pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp17.207-Rp17.232/US$. Sedangkan sejak awal tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah turun sekitar 3,29%.
Padahal kinerja mata uang 6 dari 8 negara emerging market Asia termasuk Indonesia, cenderung menguat terhadap dolar AS.
Won Korea memimpin dengan penguatan 0,36%, ringgit Malaysia menguat 0,30% dan peso Filipina naik 0,12% terhadap dolar AS.
Penguatan tersebut seiring koreksi DXY, indeks pengukur kinerja dolar AS terhadap sejumlah mata uang global, sebesar 0,11% ke 98,42.
Ahli Strategi Lintas Aset di Van Eck, Anna Wu, menilai pasar saat optimis perang di Timur Tengah akan berakhir.
“Meskipun mungkin terlalu optimis,” kata Wu, seperti dikutip Bloomberg.
“Secara khusus, mata uang dan yield yang ditawarkan Amerika Selatan saat ini cukup kuat didukung prospek komoditas, yang membuatnya menarik untuk taruhan carry-trade,” imbuhnya.
Meskipun demikian, indeks saham di kawasan ini kompak menguat. TWSE Taiwan memimpin dengan kenaikan 2,72%, KOSPI Korea Selatan menyusul dengan kenaikan 2,69%, dan SET Thailand naik 1,58%.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,70% ke 7.180. (KR)