Kisah She Zhijiang, raja judi online di balik kota scam Shwe Kokko
Jumat, 14 November 2025

JAKARTA – Otoritas Tiongkok akhirnya memulangkan She Zhijiang, pengusaha asal Hunan yang selama lebih dari satu dekade diburu karena diduga mengendalikan jaringan kriminal lintas negara yang mencakup perjudian online, penipuan siber, hingga megaproyek kota palsu di Asia Tenggara.
Pria 43 tahun itu dikenal memiliki banyak identitas--She Lunkai, Tang Kriang Kai, hingga Dylan She--dan memegang paspor Kamboja sejak 2017.
Namanya masuk red notice Interpol sejak lama, namun ia berhasil berpindah-pindah negara sambil mengembangkan kerajaan bisnis ilegalnya.
Sehari sebelumnya, kepolisian Thailand memastikan bahwa She telah diterbangkan ke Tiongkok pada Rabu (13/11), menandai berakhirnya proses hukum lebih dari dua tahun sejak penangkapannya.
“Pihak Tiongkok telah meminta tersangka ini, dan ini merupakan prioritas tinggi bagi Tiongkok,” ujar Lieut Gen Jirabhop Bhuridej, dikutip The Guardian (13/11).
She mulai diburu otoritas Tiongkok sekitar 2012 atas tuduhan mengoperasikan lotere dan perjudian ilegal berskala besar di Tiongkok daratan.
Namun ia tidak menghilang; ia berkembang dengan memanfaatkan celah hukum di berbagai negara Asia Tenggara, She mendirikan Yatai International Holdings, yang secara resmi bergerak di sektor real estat dan hiburan, tetapi dikenal luas sebagai payung bisnis perjudian online lintas negara.
Model bisnis She sederhana namun mematikan: membangun “kota” atau zona ekonomi khusus palsu yang diberi label smart city, lalu mengisinya dengan fasilitas perjudian online, pusat call center penipuan, dan tempat penampungan pekerja ilegal yang paspornya disita. Bisnis ini menghasilkan ratusan juta dolar—angka yang diakui dalam putusan pengadilan Shandong yang menghukumnya in absentia.
Nama She mencuat ke panggung internasional melalui megaproyek Yatai New City di Shwe Kokko, Myanmar, dekat perbatasan Thailand. Di brosur pemasaran, proyek ini digambarkan sebagai kota masa depan: pusat teknologi, destinasi hiburan, dan hub investasi asing.
Laporan independen dan investigasi LSM mengungkap bahwa kawasan itu berubah menjadi pusat operasi judi online, penipuan investasi, love scam, hingga perdagangan manusia. Ribuan warga Asia direkrut dengan janji pekerjaan, lalu dipaksa bekerja sebagai operator scam setelah paspor mereka disita.
She dapat membangun proyek itu berkat hubungan eratnya dengan Border Guard Force (BGF), milisi etnis yang menguasai wilayah tersebut. BGF memberi perlindungan keamanan, sementara She memberi aliran dana dan pembangunan infrastruktur.
Hubungan simbiotik ini membuat Shwe Kokko tumbuh cepat, tanpa pengawasan pemerintah Myanmar, apalagi kontrol hukum internasional.
Kronologi She Zhijiang dari Hunan ke Shwe Kokko
2011–2012: Kabur dari Tiongkok
2014: Divonis in absentia di Shandong
2015–2017: Basis Baru di Kamboja dan Filipina
2017–2019: Masuk Myanmar, proyek Shwe Kokko
2019–2021: Bisnis Scam dan Judi Online meledak
Agustus 2022: Ditangkap di Bangkok
2022–2024: Perjuangan Hukum di Thailand
2024–Oktober 2025: Putusan Final Ekstradisi
10–12 November 2025: Resmi Diekstradisi ke Tiongkok