Laba PGAS naik 46% meski pendapatan melambat di kuartal I

Senin, 27 April 2026

image

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), emiten holding gas milik pemerintah Indonesia, mencetak laba bersih US$90,45 juta pada kuartal pertama 2026.

Perolehan itu meningkat 46% secara tahunan, atau dari US$62,02 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.

Padahal pendapatan PGAS di kuartal pertama melambat 3,83% menjadi US$929,56 juta.  

Salah satu penyebabnya, PGAS tak lagi mencatat pendapatan LNG Trading, yang pernah diperoleh dari China National Technical IMP & EXP Corp (CNTIC) pada kuartal pertama 2025.

Bersama dengan melambatnya pendapatan tersebut, PGAS juga mencatat penurunan beban pokok pendapatan hingga 6,58% secara tahunan menjadi US$771,59 juta.

Pendapatan lain-lain dan beban umum dan administrasi PGAS cenderung stabil, sementara bagian laba dari joint venture naik sekitar 14% menjadi US$22 juta.

Selain itu, PGAS menurunkan rugi selisih kurs bersihnya hingga 91,9% secara tahunan menjadi US$1,62 juta di kuartal pertama tahun ini.

Berdasarkan segmen operasi, PGAS tetap mengandalkan bisnis niaga dan transmisi pada kuartal pertama 2026. Lini bisnis ini menyumbang pendapatan US$875,7 juta atau setara 86% dari total pendapatan.

Sedangkan bisnis eksplorasi dan produksi migas menyumbang 6,34% atau US$64,5 juta, serta operasi lain menyumbang 7,65% atau US$77,9 juta.

Total aset PGAS tercatat sebesar US$6,2 miliar dan total ekuitasnya US$3,72 miliar hingga akhir Maret 2026.

Sebelumnya pada 2025, PGAS mencatatkan laba bersih sebesar US$315 juta dalam setahun. Dengan demikian, perolehan laba bersih di kuartal pertama tahun ini setara 28,7% dari total laba 2025. (KR)