IHSG gagal rebound, saham BBCA dan BBRI di level terendah
Senin, 27 April 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan ini di zona merah, dengan penurunan 0,32% atau 22,97 poin ke 7.106,52.
Indeks sempat menguat 1% di awal perdagangan, namun berangsur melemah hingga penutupan.
Total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp16,57 triliun, turun 18,62% dari rata-rata transaksi harian pekan lalu. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 33,17 miliar lembar.
Secara teknikal, Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah menunjukkan pembentukan death cross pada indikator MACD. Indikator Stochastic RSI juga disebut tengah berada di area pivot menuju arah oversold.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250,” jelas analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan sore ini.
Saham-saham dari sektor perbankan mencatat nilai transaksi tertinggi, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencapai Rp1,64 triliun dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp1,14 triliun. Sedangkan nilai transaksi di saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencapai Rp836,37 miliar.
Harga saham BBCA kembali ditutup melemah 1,24% ke Rp5.976 per lembar, menjadi level terendah hampir 5 tahun terakhir atau sejak 2 Agustus 2021.
Harga saham BMRI turun 2,22% ke Rp4.400 per lembar, terendah hampir 6 bulan terakhir. Sementara harga saham BBRI turun 0,65% ke Rp3.050 per lembar, paling rendah dalam 5,5 tahun terakhir. (KR)