Amerika cabut blokade laut, Iran siap buka Selat Hormuz
Selasa, 28 April 2026

TEHERAN – Iran dikabarkan ingin menunda pembahasan program nuklirnya yang selama ini menjadi hambatan utama dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat (AS).
Dilaporkan Axios pada Senin (27/4), sejumlah sumber menyebut Teheran juga menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz apabila Washington lebih dulu mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Usulan itu disampaikan Iran kepada AS melalui sejumlah mediator, termasuk Pakistan.
Dalam skema tersebut, gencatan senjata akan diperpanjang untuk jangka panjang atau bahkan dibuat permanen, sementara perundingan nuklir baru dimulai setelah Selat Hormuz kembali dibuka dan blokade laut AS dihentikan.
Seorang pejabat AS dan beberapa sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan Gedung Putih telah menerima usulan tersebut, namun belum memberikan sinyal apakah akan menyetujuinya.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pejabat senior keamanan nasional pada Senin untuk membahas mandeknya negosiasi dengan Iran serta opsi langkah berikutnya.
Trump sebelumnya menegaskan ingin mempertahankan blokade laut terhadap kapal dan pelabuhan Iran guna meningkatkan tekanan terhadap Teheran.
Aktivitas diplomatik pun meningkat sepanjang akhir pekan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan di Islamabad, Pakistan, serta Muscat, Oman, dengan fokus utama pada situasi di Selat Hormuz.
Pada Senin pagi, Araghchi juga tiba di Saint Petersburg, Rusia, untuk melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Presiden Vladimir Putin dan sejumlah pejabat senior lainnya.
Iran dan AS sebelumnya menggelar pembicaraan di Islamabad pada 11–12 April, namun gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Negosiasi itu berlangsung setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua minggu pada 8 April, yang kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Trump.
Meski upaya menuju putaran negosiasi berikutnya terus dilakukan, sejumlah isu utama masih menjadi penghalang, termasuk penutupan Selat Hormuz, blokade AS terhadap pelabuhan Iran, serta hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium. (DK)