Friedrich Merz: Iran permalukan Amerika dalam negosiasi

Selasa, 28 April 2026

image

JAKARTA – Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Amerika Serikat tengah “dipermalukan” oleh para pemimpin Iran di tengah upaya Presiden Donald Trump untuk merundingkan akhir perang yang masih berlangsung.

Dalam pernyataan yang tergolong sangat blak-blakan, Merz mengatakan ia tidak melihat “strategi keluar apa yang sedang dipilih Amerika Serikat saat ini.” mengutip dari Bloomberg.

Ia juga menilai para negosiator Iran bertindak “sangat cerdik—atau justru sangat cerdik dalam tidak bernegosiasi.”

Hasilnya, menurut Merz, sebuah “bangsa besar sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa yang disebut Garda Revolusi,” ujarnya di hadapan para pelajar di Jerman barat pada Senin.

Merz, yang sebelumnya berupaya menjaga komunikasi dengan Trump termasuk melalui kunjungan ke Gedung Putih pada Maret, kini semakin kritis terhadap kebijakan AS dalam konflik tersebut. 

Pemerintahannya sendiri menghadapi tekanan akibat lonjakan harga energi dan dampak perang terhadap ekonomi terbesar Eropa.

Ia juga menegaskan bahwa para pemimpin Jerman dan Eropa tidak diajak berkonsultasi sebelum serangan AS-Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari. 

Merz mengatakan ia telah menyampaikan keraguannya langsung kepada Trump dalam dua kali percakapan.

Ia menambahkan, jika sejak awal mengetahui konflik akan berlangsung lama dan memburuk selama berminggu-minggu, ia akan bersikap lebih tegas terhadap Trump.

Merz juga mengingatkan bahwa pengalaman perang sebelumnya, termasuk di Afghanistan dan Irak, menunjukkan bahwa tantangan terbesar adalah mengakhiri konflik tersebut.

Meski berharap perang segera berakhir, ia menilai belum ada tanda penyelesaian dalam waktu dekat karena Iran disebut lebih kuat dari perkiraan dan strategi negosiasi AS belum meyakinkan.

“Perang ini berdampak langsung pada kinerja ekonomi kami dan karena itu harus segera diakhiri,” tegasnya. (DK)