Trump pertimbangkan buka akses chip H200 Nvidia untuk pasar China

Minggu, 30 November 2025

image

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah menimbang apakah akan membuka kembali akses chip AI canggih Nvidia untuk pasar China.

Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan kepada Bloomberg News bahwa presiden masih berkonsultasi dengan “banyak penasihat berbeda” sebelum memutuskan, dan penjualan chip H200 kini “ada di meja Trump”.

Dikutip reuters.com (24/11), pembahasan ini muncul setelah laporan yang menyebut adanya diskusi awal di internal pemerintah AS mengenai kemungkinan penjualan chip H200 produk yang diluncurkan dua tahun lalu dan menawarkan kapasitas memori lebih besar serta pemrosesan data lebih cepat dibanding H100.

Jika disetujui, langkah ini akan menjadi sinyal pelonggaran pembatasan teknologi terhadap Beijing, menyusul jeda ketegangan dagang dan teknologi yang dicapai Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan bulan lalu.

Nvidia menyatakan aturan ekspor saat ini membuat perusahaan tidak bisa menyediakan GPU pusat data yang kompetitif di China, sehingga membuka peluang bagi pesaing asing mengambil pasar. Gedung Putih sejauh ini belum memberi komentar.

China menjadi tantangan bagi Nvidia sejak pembatasan ekspor diberlakukan pada 2022 untuk mencegah penggunaan teknologi AS oleh militer Beijing. Kondisi ini mendorong Nvidia memperluas pasar ke Timur Tengah, setelah Departemen Perdagangan AS pekan lalu menyetujui pengiriman hingga 70.000 chip Blackwell chip AI generasi berikutnya  ke Humain (Arab Saudi) dan G42 (Uni Emirat Arab).

CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya mengatakan tidak ada “diskusi aktif” mengenai penjualan chip Blackwell ke China meski spekulasi soal kemungkinan versi skala down sempat muncul.(DH)