Aksi jual asing dominan, risiko IHSG uji 7.000 terbuka

Selasa, 28 April 2026

image

JAKARTA ­– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dan cenderung melemah pada perdagangan Selasa (28/4), setelah turun 0,32% ke level 7.106,52 pada awal pekan ini.

Pelemahan itu menyusul rendahnya nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (27/4), menurut analis Phintraco Sekuritas dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Di sisi lain, aksi jual investor asing senilai Rp2,01 triliun pada Senin, dinilai turut menambah pemberat bagi mendorong IHSG ke area support berikutnya.

Secara teknikal, analis Phintraco melihat indikasi pelemahan pada IHSG masih dominan. Hal ini terlihat dari indikator MACD telah membentuk death cross, serta Stochastic RSI bergerak menuju area oversold.

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250,” jelas analis Phintraco Sekuritas.

Sementara analis BRI Danareksa Sekuritas menilai pelemahan pada Senin membuka potensi IHSG menutup area gap, menyusul tekanan jual asing dan ketidakpastian eksternal.

“Pelemahan ini juga membuka potensi IHSG untuk menutup area gap-nya pada level psikologis 7.000,” jelas analis BRI Danareksa.

Dari pasar global, indeks saham Wall Street bergerak variatif pada perdagangan Senin. Dow Jones Industrial Average melemah 0,13%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 0,12% dan 0,20%.

Analis CGS International Sekuritas menilai penguatan sebagian indeks di Wall Street dan harga komoditas, dapat menjadi penopang bagi IHSG meskipun terbatas.

Namun analis CGS Internasional menilai berlanjutnya aksi jual asing dan pelemahan rupiah, akan jadi sentimen negatif bagi IHSG.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.030/6.955 dan resist 7.185/7.260,” jelas analis CGS International. (KR)