IPCM catat laba Rp45,57 miliar di awal 2026 di tengah tekanan global
Selasa, 28 April 2026

JAKARTA - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp45,57 miliar pada awal kuartal tahun 2026, tumbuh 3,03% dibandingkan Rp44,24 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan IPCM dari jasa pelayanan kapal mencapai Rp334,51 miliar atau 96,34% dari total pendapatan. Sementara itu, pendapatan dari jasa pengangkutan dan layanan lainnya tercatat Rp12,71 miliar, tumbuh 11,12% secara tahunan.
Kontribusi pendapatan jasa pelayanan kapal berasal dari pelabuhan umum sebesar Rp155,73 miliar, Terminal Khusus (Tersus) Rp114,11 miliar, serta Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Rp64,68 miliar. Segmen pelabuhan umum dan TUKS masing-masing tumbuh 2,50% dan 5,14% secara tahunan.
Di sisi neraca, total aset IPCM meningkat 4,39% menjadi Rp1,79 triliun dari Rp1,71 triliun pada akhir 2025. Perseroan juga mencatat arus kas operasional sebesar Rp102,10 miliar, melonjak 36,29% dibandingkan Rp74,91 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Efisiensi turut menopang kinerja, tercermin dari penurunan beban usaha, baik beban operasi maupun beban umum dan administrasi. Langkah ini memperkuat profitabilitas di tengah tekanan eksternal.
“Di tengah tantangan ekonomi global, IPCM tetap optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2026 dengan menjaga fundamental usaha yang kuat, kerja sama yang lebih erat dengan mitra, mengoptimalkan armada dan awak kapal, serta mengedepankan keselamatan demi kepuasan pengguna jasa,” tulis Shanti Puruhita, Direktur Utama IPCM dalam keterangan resmi, Senin (27/4).
Sepanjang awal 2026, IPCM memperkuat kemitraan strategis, termasuk perpanjangan kerja sama dengan PT Cemindo Gemilang Tbk di Terminal Khusus Bayah, Banten. Perseroan juga memperluas layanan melalui skema Ship to Ship (STS) di perairan Ambang Luar Sungai Musi, Palembang, guna mendukung distribusi logistik nasional. (DH)