Goldman Sachs: Hedge Fund pangkas risiko saat reli Wall Street
Selasa, 28 April 2026

NEW YORK - Dana lindung nilai (hedge fund) memanfaatkan reli pasar saham Amerika Serikat untuk mengurangi risiko portofolio mereka, menurut pelaku pasar di meja prime brokerage Goldman Sachs Group Inc.
Seiring lonjakan cepat indeks S&P 500 hingga mencetak rekor tertinggi pekan lalu, hedge fund memangkas total posisi long dan short saham AS dalam skala terbesar sejak September tahun lalu.
Seperti dikutip Bloomberg, Analisis tim Goldman Sachs yang dipimpin Vincent Lin menunjukkan aksi de-risking ini terutama terjadi pada saham individual.
“Gross leverage long-short AS turun 4,6 poin persentase pekan lalu, karena saham AS mengalami de-grossing nominal terbesar dalam tujuh bulan, dipimpin oleh pelepasan risiko pada saham tunggal,” tulis mereka dalam catatan kepada klien.
Rebound terbaru S&P 500 menjadi salah satu yang paling tajam dalam sejarah dari sisi teknikal.
Indeks tersebut beralih dari kondisi oversold ke overbought hanya dalam 12 hari, berdasarkan indikator relative strength index (RSI) 14 hari.
Kebuntuan negosiasi damai antara AS dan Iran, serta pergeseran fokus pasar dari geopolitik menuju kuatnya pertumbuhan laba perusahaan, mendorong sebagian investor kembali masuk ke pasar saham.
Strategi investasi sistematis berbasis algoritma seperti CTA membeli saham secara agresif, sementara investor berbasis fundamental terlihat masih kurang yakin.
Pelepasan risiko pekan lalu terjadi secara luas, dengan sembilan dari 11 sektor mencatat penjualan bersih.
Hedge fund tercatat menjual bersih saham sektor consumer discretionary selama tujuh pekan berturut-turut, sekaligus menjadi laju tercepat dalam 10 pekan terakhir, yang hampir seluruhnya dipicu aksi jual posisi long.
Sektor teknologi informasi juga menjadi sorotan, dengan de-grossing mingguan terbesar sejak Juli 2024.
Ini merupakan pengurangan posisi terbesar ketiga dalam lima tahun terakhir, didorong oleh penjualan long yang melampaui penutupan short dengan rasio 1,9 banding 1.
Meski demikian, eksposur terhadap sektor teknologi masih sangat tinggi.
Alokasi bruto ke saham teknologi mencapai 20,6% dari total nilai pasar saham AS, berada di persentil ke-92 dalam setahun terakhir dan persentil ke-98 dibandingkan lima tahun terakhir. (DK)