Blokade Amerika dan Iran bikin Selat Hormuz nyaris tertutup

Selasa, 28 April 2026

image

TEHERAN - Selat Hormuz hampir sepenuhnya tertutup bagi pelayaran internasional setelah blokade ganda dari Iran dan Amerika Serikat membuat jalur energi utama dunia itu nyaris tidak berfungsi.

Seperti dikutip Bloomberg, dalam beberapa hari terakhir, hanya sedikit kapal yang masih terlihat melintas, sebagian besar memiliki keterkaitan dengan Iran.

Mayoritas pelayaran komersial memilih menghindari kawasan tersebut setelah ketegangan meningkat, ketika kapal cepat Iran dilaporkan menembaki kapal niaga, sementara pasukan AS menyita dua kapal tanker minyak.

Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal yang terafiliasi dengan Iran meninggalkan Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Senin pagi, tanpa adanya kapal masuk yang terdeteksi.

Konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung sembilan minggu ini telah menghambat pasokan besar minyak mentah dan bahan bakar ke pasar global. 

Harga minyak kini bertahan di atas US$100 per barel di tengah mandeknya upaya perundingan damai, membuat Selat Hormuz hampir tidak dapat dilalui.

Aktivitas kapal yang tersisa didominasi oleh kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan Iran, termasuk kapal kargo dan tanker LPG.

Pada akhir pekan sebelumnya, hanya segelintir kapal yang bergerak, sementara sebagian kapal lainnya terpantau memasuki kawasan Teluk.

Sebagian besar kapal yang keluar dari Teluk dalam beberapa hari terakhir juga tidak melanjutkan pelayaran melewati Teluk Oman, memunculkan ketidakpastian apakah mereka hanya melakukan rute regional atau terhambat oleh blokade militer AS.

Kapal-kapal yang masih melintas dilaporkan hanya bergerak melalui jalur sempit di bagian utara dekat pulau-pulau Iran seperti Larak dan Qeshm, rute yang diklaim disetujui oleh Tehran.

Kondisi blokade juga mendorong kemungkinan kapal-kapal terkait Iran mematikan sistem pelacakan untuk menghindari deteksi, sehingga data pergerakan kapal menjadi kurang akurat dan bisa berubah ketika kapal kembali muncul di wilayah yang lebih aman.

Praktik mematikan sinyal pelacakan sebenarnya sudah umum dilakukan kapal-kapal yang terkait Iran bahkan sebelum pembatasan terbaru diberlakukan, terutama saat memasuki jalur keluar Teluk Persia menuju Asia Tenggara. (DK)

Terkait: Sebuah superyacht melenggang lewati Selat Hormuz, milik siapa?